Herman Tipu dan Palsukan Tanda Tangan, Denly Rianto Mengalami Kerugian Rp 585 Juta

62
Harris Day Batam

Wartakepri.co.id, Batam – Jaksa Yogi SH, selaku Jaksa Penuntut Umum terdakwa Herman atas perkara penipuan yang dilakukan pada saksi Denly Rianto sebesar Rp.585 juta. Penipuan ini terdakwa lakukan bersama Andre Roberto Sitanggang ( DPO) pada tahun 2014 silam.

Terdakwa Herman bersama Andre Roberto, menawarkan sebidang tanah dengan luas 5.190 meter seharga $S 1.038.000 atau sekitar Rp.585.000.000 juta di dekat Pasar Sei Jodoh Kota Batam. Dengan niat yang tulus saksi Denly Rianto menyanggupi harga yang ditawarkan terdakwa.

Namun setelah berbulan bulan ditunggu saksi, terdakwa Herman dan Andre tidak menepati janjinya sehingga saksi mengalami kerugian baik secara materil maupun inmateril.

Pertemuan terdakwa bersama Andre Roberto Sitanggang dengan saksi Denly Rianto di Restoran Nagoya Mension Batam, menjadi saksi bisu atas penipuan dan pemalsuan tanda tangan. Terdakwa dan Andre berdalih dan dapat menyanggupi menyiapkan surat permohonan pada BP Kawasan/ Otorita Batam.

Namun hingga pada bulan Nopember 2014, Keduanya belum menyelesaikan penggurusan surat izin tanah tersebut ke BP Kawasan. Waktu terus berjalan namun tanah yang ditunggu saksi Denly Rianto tak kunjung ada.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

Ternyata, tanah yang awalnya dijanjikan dekat pasar Jodoh hanya jalan untuk melakukan penipuan. Terdakwa dan Andre baru mengajukan surat permohonan alokasi lahan ke BP Kawasan Batam, atas nama PT Seronggong Karya pada tanggal 22 Januari 2015.

Kemudian kata terdakwa, tanggal 30 Januari 2015, dapat surat balasan dari BP Kawasan Batam, yang menyatakan bahwa tidak dapat memenuhi permohonan lahan PT Seronggong Karya. Dengan alasan permohonan lahan yang dimaksud, sudah dialokasikan kepada PT Rezeki Graha Mas sejak tahun 2003.

Perbuatan terdakwa Herman dan Andre Roberto Sitanggang, Jaksa Yogi SH mendakwakan terdakwa dengan pasal 378 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum, penasehat hukum terdakwa Herman melakukan nota keberatan atau eksepsi atas pasal yang didakwakan. Dalam eksepsinya menyatakan JPU tidak cermat membuat dakwaan karena perbuatan terdakwa adalah wanprestasi. Katanya

Sidang yang dipimpin ketua Majelis Hakim, Agus Rudianto SH.MH, dengan anggota hakim Yona SH dan Marta SH. Sidang akan kembali digelar minggu depan dengan agenda mendengarkan tanggapan dari JPU terkait eksepsi PH terdakwa.

( Nikson Simanjuntak )

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN