Para Medis Akan Demo, Direktur RSUD dan Pemko Batam Tak Mampu Bayar Uang Jasa Medis

192

Wartakepri.co.id, Batam – Ratusan tenaga medis di RSUD Embung Fatimah Kota Batam yang terdiri dokter dan paramedis, akan menuntut pencairan pembayaran jasa medis. Karena sudah sejak September 2016 hingga bulan Agustus 2017, belum juga dibayarkan oleh pihak Keuangan RSUD dan Pemko Batam.

Salah seorang petugas medis  RSUD menerangkan pada wartakepri, Minggu (13/8/2017) malam, jasa medis yang belum dibayarkan terhitung sejak September 2016 hingga Agustus 2017 ini. Bendahara RSUD tidak bisa bekerja karena utang yang ditinggalkan oleh Direktur sebelumnya, belum juga diselesaikan. Sementara itu, Pemerintah Kota Batam juga tidak mau menyelesaikan, sehingga dibebankan pada jasa medis.

Direktur RSUD, Gunawawan S.PoG juga tidak dapat berbuat dan hanya menjadi penonton tanpa memberikan jalan keluar. Jangan karena utang yang ditinggalkan direktur lama yaitu Fadillah, kami para medis ini menjadi korbanya.

“Kewajiban kami melayani pasien sudah, dan kami hanya menuntut hak kami,” kata
petugas medis pria yang tak mau namananya dipublikasikan.

Karena itu, dia dan rekan-rekannya berharap jasa medis supaya segera dicairkan. Besok kami akan melakukan demo di depan RSUD, dan mohon maaf kepada seluruh pasien, pelayanan medis akan terhenti dulu sebelum hak kami diselesaikan oleh Pemerintah Kota Batam dan direktur RSUD.

Besaran jasa medis tenaga kesehatan di RSUD Batam ini bervariasi. Untuk tenaga medis berstatus PNS, rata-rata Rp 1,4 juta/bulan, dan tenaga honor antara Rp 800.000 hingga Rp 1 juta. Ujarnya

Saat dimintai tanggapannya terkait kasus ini kepada Direktur RSUD dr Gunawan S.PoG melalui WA dan telepon ke nomor selulernya, tidak dijawabnya hingga berita ini dipublikasikan.
( Nikson Simanjuntak )

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel