WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pembangunan pasar induk jodoh diperlukan sebesar Rp 100 miliar, Kementrian Perdagangan RI siap membantu Rp 7 miliar untuk pembangunan pasar tersebut.
Walikota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, anggaran yang diberikan pihak Kementrian Perdagangan RI merupakan bantuan tahap awal.
“Kita minta Rp 100 miliar. Tapi kata mereka banyak amat. Saya bilang, kan mau bagus. Jadi mereka bantu Rp 7 miliar dulu untuk awalnya,” katanya.
Diterangkannya, Pembangunan pasar ini akan mengacu pada detailed engineering design (DED) yang dibuat Pemerintah Kota Batam, desain ini dibuat dengan menggunakan APBD diluar dana pusat.
“Rencananya desainnya selesai awal Februari,” ungkapnya.
Dijelaskannya, untuk pembangunannya menunggu penyerahan aset dari Kementerian Keuangan, saat ini Pemko Batam baru memegang surat pinjam pakai dari BP Batam, dengan surat ini Pemko sudah bisa mulai membersihkan kawasan pasar induk.
“Sedangkan pembangunan bisa dimulai setelah ada penyerahan aset,” sebutnya.
Konsep pembangunannya, kata Rudi, akan seperti Pasar Klewer di Solo, Jawa Tengah. Dengan lahan seluas 1,5 hektare, akan dibangun pasar lima lantai. Dan diproyeksikan dapat menampung hingga 2.200 pedagang.
“Jumlah pedagang kaki lima yang mau kita relokasi 1.800 tapi kita siapkan lebih karena saya yakin akan membengkak jumlahnya,” kata dia.
Tak hanya bangunan utama pasar yang jadi perhatian pemerintah. Tapi juga sistem penanganan limbah hingga parkir.
Sumber : Media Center Batam
Foto : Istimewa/net






























