Penembak TNI AD Raih 10 Medali Emas di Australian Army of Skill Arms at Meeting 2018

Penembak TNI AD Raih 10 Medali Emas di Australian Army of Skill Arms at Meeting 2018

WARTAKEPRI.co.id, AUSTRALIA – Tentara Nasional Indonesia untuk kesekian kalinya menunjukkan prestasi mumpuni di mata dunia meraih juara umum tahun 2017. Dan tahun 2018 ini, apakah para penembak TNI Angkatan Darat ikut ajang bergengsi kompetisi para tentara dunia itu lebih dominan meraih mendali pada kompetisi menembak bertajuk Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2018 di Puckapunyal, Australia.

Menurut informasi dihimpun wartakepri.co.id pada Hari ke-8 semenjak di buka, para kontingen telah melaksanakan kegiatan antaranya menembak Sniper Match 209,menembak LSW Match 45 dan 60,menembak Pistol Match 33 & 34 Serta briefing lomba (Captain Brief).

Cukup membanggakan, terlihat atlit indononesia lagi menonjol pada rekor sangat mengembirakan dua orang petembak Sniper asal Indonesia, Serka Timur dan Serka Novian mereka mendapat penghargaan ‘One Shoot Two Kills’ sebagai petembak yang mampu menembak 2 (dua) sasaran dengan 1 peluru.

Hasil sementara 4 orang petembak Senapan mendapat nilai tertinggi dengan score penuh match 12 (Perkur).

Berdasarkan informasi yang di himpun perolehan Medali Sementara hari ke 8.
1. Indonesia : 10 Emas, 11 Perak, 3 Perunggu
2. Malaysia : 4 Emas, 3 Perak
3.Jepang : 3 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu
4. Australia : 3 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu
5. New Zealand : 1 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu
6. Filipina : 1 Emas, 2 Perunggu
7. Thailand : 1 Emas
8. Singapura : 1 Perak, 1 Perunggu
9. UEA : 1 Perak
10. Inggris : 2 Perunggu
11. Korea : 1 Perunggu.
12.Dan seterusnya negara2 peserta masih Kosong.

Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) merupakan eventlomba tembak internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Angkatan Darat Australia sejak tahun 2008.

Lomba tembak ini diikuti oleh angkatan darat dari negara-negara wilayah Asia Pasifik dan beberapa negara dari benua Amerika dan Eropa, dan telah menjadi ajang bergengsi untuk menunjukkan kemampuan menembak senjata ringan, yang merupakan kemampuan yang sangat penting bagi seorang prajurit.

Sejak tahun 2008 hingga 2017, TNI AD telah mengikuti event lomba tembak AASAM dan selalu berhasil meraih juara umum.

Dikatakan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, keberhasilan ini membuktikan kepada Angkatan Darat negara-negara sahabat bahwa TNI AD konsisten dalam membangun diri menjadi tentara modern yang profesional menuju World Class Army yang tangguh dan patut dibanggakan oleh rakyat, bangsa dan negaranya.

“ Kemenangan ini juga menjadi ajang show of force kemampuan prajurit dan Alutsista TNI AD, yang tidak kalah dengan kemampuan dan Alutsista Angkatan Darat negara lain, sekaligus menjadi deterrent effect dalam konteks diplomasi pertahanan.

Diplomasi pertahanan merupakan bagian yang penting dalam upaya diplomasi secara total yang dilakukan sebuah negara,” ujar Kasad dalam amanat tertulisnya.

Kasad juga menyampaikan bahwa event lomba tembak ini juga telah menjadi semacam “show room” bagi industri pertahanan negara peserta untuk memamerkan senjata ringan dan munisi yang diproduksi di dalam negeri mereka.

Kasad juga menyampaikan bahwa industri pertahanan Indonesia dalam hal ini PT. Pindad patut berbangga karena produk-produk senjata ringannya telah mengantarkan TNI AD menjadi juara umum dari tahun ke tahun.

“Peran aktif PT. Pindad dalam AASAM yang terus meningkatkan kualitas dan kuantitas persenjataan ringan ini, menunjukkan bahwa Indonesia terus bekerja keras untuk mencapai kemandirian Alutsista, khususnya dalam hal senjata ringan,” ucap Kasad.

Pada lomba tembak AASAM tahun 2018 ini, TNI Angkatan Darat menerjunkan 12 atlet menembaknya terdiri dari Kostrad lima orang, Kopassus empat orang, Kodam XIV/Hasanuddin dua orang dan Kodam Jaya satu orang dengan empat official, sebagai Komandan Kontingen Kolonel Inf Khabib Mahfud, SIP yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan Brigif Raider 13/1 Kostrad. Materi yang dilombakan meliputi materi senapan dan pistol serta sniper.

Para prajurit yang terpilih mewakili TNI Angkatan Darat dalam lomba ini telah berhasil melalui tahapan seleksi dan pemusatan latihan yang sangat berat selama tiga bulan.(*)

Kiriman: Rikyrinovsky

DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMKO BATAM FANINDO Combo Sakti Telkomsel