WARTAKEPRI.CO.ID, ANAMBAS – Komandan Pangkalan TNI AL Tarempa beserta Perwira Staf Lanal Tarempa di dampingi oleh Komandan Posal Jemaja, berkunjung ke penangkaran anak Penyu di Daerah Kampung Baru, Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja, Jumat (27/7/2018).
Kunjungan ini dilakukan guna menjaga kekayaan hayati Indonesia yang sejatinya begitu penting untuk dipertahankan dan diselamatkan dari kepunahan Penyu.
“Jangan biarkan Penyu ini punah. Mari kita jaga dan rawat bersama,” ajak Komandan Pangkalan TNI AL Tarempa, Letkol Laut (T) Arie Cahyo Nugroho.
Sebab, sambungnya, Penyu merupakan salah satu hewan yang menjaga keseimbangan laut. Tidak baik mengorbankan Penyu demi kepentingan ekonomi individu semata.
“Kan masih banyak jenis ikan di laut yang dapat dan boleh kita manfaatkan. Mari kita jaga dan lestarikan Penyu untuk demi keseimbangan laut kita,” ajak dia lagi.
Komandan Arie Cahyo Nugroho menjelaskan bahwa Penyu termasuk satwa yang di lindungi berdasarkan lampiran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999.
Dalam lampiran itu, tertera daftar jenis tumbuhan dan satwa yang di lindungi. Salah satunya terdapat beragam nama-nama hewan Penyu. Jika hal ini tak diindahkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, Danlanal akan berikan pembinaan terhadap oknum-oknum tersebut.
“Kalau tidak juga diperbaiki atau diindahkan, akan kita lakukan penindakan tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya. (Mad)






























