
JAKARTA – Langit biru Lapangan Arafuru, Markas Komando Koarmada RI, Jakarta, menjadi saksi bisu bergeloranya semangat prajurit Jalasena. Di bawah komando langsung Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., Kontingen Koarmada RI resmi dilepas untuk berlaga di Pekan Olahraga TNI Angkatan Laut (PORAL) Tahun 2026, pada Rabu (8/7/2026).
Upacara pelepasan yang berlangsung khidmat ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan bahwa ajang olahraga internal matra laut ini adalah panggung pembuktian kualitas, mental, dan martabat prajurit.
Sejak pagi, para atlet yang tergabung dalam kontingen telah berbaris rapi dengan mengenakan seragam olahraga kebanggaan. Mereka berdiri tegap, mewakili ribuan prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Koarmada RI. Kehadiran Pejabat Utama (PJU) Koarmada RI, para prajurit, serta PNS dalam apel tersebut menjadi wujud dukungan moral yang tak ternilai, mengantarkan para atlet menuju medan laga yang sesungguhnya.
Pangkoarmada RI, dalam amanatnya yang penuh wibawa, menegaskan bahwa PORAL bukan hanya tentang siapa yang tercepat, terkuat, atau paling terampil secara fisik. Ajang ini didesain sebagai wahana pembinaan multidimensi.
PORAL menjadi sarana pembinaan jasmani untuk menjaga kebugaran, penempaan mental untuk menghadapi tekanan, pelatihan disiplin tinggi, implementasi nyata sportivitas, serta perekat soliditas antarprajurit.
“Pekan Olahraga TNI AL 2026 ini merupakan momentum strategis untuk membentuk karakter Jalasena Koarmada RI yang tangguh dan berjiwa ksatria.
Karakter inilah yang akan menjadi fondasi kalian dalam melaksanakan tugas-tugas operasi yang lebih besar demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di laut,” tegas Laksdya TNI Denih Hendrata.
Pernyataan ini menegaskan bahwa nilai-nilai yang dipertarungkan di arena olahraga – kecepatan mengambil keputusan, ketahanan di bawah tekanan, kerja sama tim yang solid, hingga respek terhadap lawan – adalah cerminan langsung dari profesionalisme seorang prajurit TNI AL. Setiap tetes keringat yang mengucur di lapangan, lintasan, atau kolam renang adalah investasi untuk membangun naluri tempur yang terhormat.

Amanat Tegas: Kemenangan Harus Diraih dengan Martabat
Dalam pesannya, Pangkoarmada RI secara spesifik menyoroti ekspektasi tinggi yang diemban oleh setiap atlet. Beliau menegaskan bahwa keikutsertaan Kontingen Koarmada RI pada PORAL 2026 merupakan kehormatan yang harus dijaga sekaligus tanggung jawab berat untuk menunjukkan kualitas prajurit terbaik.
“Saya tidak ingin mendengar ada kemenangan yang diraih dengan cara-cara yang tidak terpuji. Tunjukkan kepada seluruh keluarga besar TNI AL bahwa Kalian adalah yang terbaik, bukan hanya dari aspek kemampuan fisik dan mental bertanding, tetapi juga dari kekompakan tim dan sikap yang terjaga sepanjang pertandingan,” ujarnya.
Pangkoarmada mengajak seluruh atlet untuk bertanding dengan semangat membara, percaya diri yang tinggi, serta disiplin yang tidak goyah. Namun, di atas semua itu, beliau meletakkan sportivitas dan kehormatan institusi sebagai mahkota yang tidak bisa ditawar. Kemenangan, seberapa pun besarnya, menjadi hampa jika dicapai dengan melanggar aturan.
“Kemenangan harus diraih dengan cara yang terhormat, jujur, dan sesuai aturan. Lebih dari sekadar medali, kalian membawa nama baik Koarmada RI dan TNI Angkatan Laut di dada kalian. Jaga sikap, jaga kekompakan, dan jaga kehormatan satuan di mana pun kalian berada,” imbuh Laksdya TNI Denih Hendrata dengan penuh penekanan.
Pesan ini menjadi tameng moral bagi para atlet. Di tengah atmosfer persaingan yang dipastikan akan ketat, nilai integritas menjadi pagar pembatas antara prajurit sejati dengan sekadar pencari kemenangan.
Di penghujung amanatnya, Pangkoarmada RI menyampaikan harapan besar terhadap dampak jangka panjang dari PORAL 2026. Beliau menegaskan bahwa pesta olahraga ini tidak boleh berhenti sebagai ajang meraih prestasi dan pundi-pundi medali semata. Lebih dari itu, PORAL harus menjadi katalisator untuk mempererat tali persaudaraan antar-prajurit.
“Manfaatkan momen ini untuk saling mengenal, saling memahami, dan saling menguatkan. Saya ingin PORAL 2026 melahirkan soliditas dan semangat kebersamaan yang semakin kokoh di lingkungan TNI Angkatan Laut. Kita adalah keluarga besar Jalasena, dan soliditas kita adalah kekuatan yang tidak bisa dikalahkan oleh apa pun,” harap Pangkoarmada.
Pesan ini relevan mengingat Koarmada RI adalah kesatuan besar yang personelnya tersebar dari Sabang hingga Merauke. PORAL menjadi ruang langka di mana para prajurit dari berbagai penjuru nusantara berkumpul, tidak hanya sebagai atlet, tetapi sebagai saudara seperjuangan.
(GRD/pen)




























