BSN Akan Pecahkan Rekor Muri Bakso Ikan SNI, di Halaman Parkir Gedung BPPT Jakarta

522

WARTAKEPRI.co.id – Pemecahan rekor muri penyajian bakso ikan terbanyak dengan jumlah 18.818 porsi, dimana rekor muri sebelumnya tercatat penyajian bakso sebanyak 16.074 porsi.

Rekor muri akan dipecahkan dihalaman parkir Gedung BPPT Jalan MH. Thamrin No. 8 Jakarta, pada hari Minggu (5/8/2018), dimana Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerjasama dengan para pemangku kepentingan diantaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, serta industri penerap SNI.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN, Nasrudin Irawan mengatakan, akan dilkukan pemecahan rekor muri kali ini bersamaan pemecahan rekor Guinness World Records senam poco-poco massal yang diikuti sebanyak 65.000 peserta yang berlangsung di sepanjang jalan MH. Thamrin Jakarta.

Honda Capella

“Kita harapkan para peserta yang mengikuti senam poco-poco beserta para pengunjung car free day, dapat menikmati hidangan bakso ikan ber-SNI yang akan disediakan secara gratis nantinya,” ujarnya.

Disebutkannya juga, tujuan lainnya kegiatan ini untuk mempromosikan produk olahan pangan ikan ber-SNI juga sejalan dengan program pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan yang terus berupaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi ikan dengan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).

Dibeberkanya lagi, program ini dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membantu mengatasi masalah nasional yaitu “stunting” (pertumbuhan kekerdilan pada anak-anak karena kekurangan asupan protein).

”Dengan mengambil momentum ASIAN GAMES 2018, BSN berinisiasi untuk mempromosikan produk olahan ikan yang ber-SNI kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dengan kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan dapat mengedukasi masyarakat bahwa mengkonsumsi produk ber-SNI memberi manfaat banyak kepada masyarakat, tidak saja memperoleh produk bermutu dan aman, tapi juga mencerminkan kontribusi masyarakat dalam menjaga sumber daya alam dan lingkungan secara efisien.

“Tentu saja kegiatan ini juga bermaksud untuk mempromosikan pelaku UMKM yang telah memenuhi persyaratan SNI,” jelasnya.

Diungkapnya, dalam rekor muri penyajian bakso ini, selain bakso yang sudah ber-SNI,  juga bihunnya ber-SNI termasuk juga bawang gorengnyapun ber-SNI.

“Jadi kita kenalkan kepada masyarakat,  produk pangan ber-SNI sebagai pilihan cerdas konsumen Indonesia, demikian,” tegas Nasrudin.

Adapun dalam pelaksanaan pemecahan rekor muri penyajian bakso ikan terbanyak didukung oleh industri penerap SNI yakni PT Kelola Mina Laut, CV Sakana Indo Prima, PT Tiga Pilar Sejahtera, PT Gunung Subur Sejahtera, PT Sinar Sosro, PT Tirta Investama, PT Chipsy Ludmila Indonesia, serta Pempek Honey, Palembang dan UD Hj Mbok Sri satu-satunya produsen bawang goreng  yg sudah berSNI dari Palu yg merupakan binaan BSN.

Selain di Jakara,  pemecahan rekor Muri juga dilakukan di Palembang,  untuk penyajian Pempek ber-SNI terbanyak sejumlah 18.818 buah.  “Pempek sebagai produk unggulan Palembang, melalui rekor Muri ini kita kenalkan kepada dunia, bahwa produk pempek ber-SNI bisa mendunia,” terang Nasrudin. Pemecahan rekor Muri pempek ber-SNI yang akan dilakukan tanggal 8 Agustus 2018 di Benteng Kuto Besak Palembang menghadirkan pempek ber-SNI dari UMKM pempek Tince,  pempek Honey dan Pempek Rizki yang merupakan binaan BSN kerjasama dengan Pemda.(rillis)

FANINDO