WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Hampir semua kebutuhan pokok keluarga tidak mengalami penurunan harga. Hal ini menyebabkan ekonomi masyarakat semakin terpuruk karena minimnya hasil produksi kebutuhan pokok di Kabupaten Natuna. Masyarakatpun pertanyakan apa langkah pemerintah provinsi dan kabupaten.
“Pasokan barang kebutuhan pokok kita tidak cukup. Komoditas hasil pertanian daerah terbatas. Ini yang menyebabkan harga barang tidak stabil di pasaran,” ucap Martin (34) pedagang Tradisinonal Pasar Ranai, Kamis (23/8/2018) kepada media ini.
Dia mengatakan keterbatasan hasil produksi pertanian daerah menghambat perokonomian masyarakat. Sehingga pedagang dipasaran banyak memasok hasil produksi pertanian dari luar daerah. Seperti produksi pertanian dari pulau Jawa yang banyak beredar di pasaran tradisional di Ranai.
Ia menuturkan dengan masuknya hasil produksi pertanian dari pulau Jawa menyebabkan harga barang tidak stabil dan diakui pedagang kebutuhan sembako di pasok dari luar kota. Dikarenakan komoditi pertanian daerah tidak mampu bersaing dengan kualitas hasil pertanian dari luar daerah.
“Komoditi pertanian kita terbatas. Kita belum maksimal mengarap lahan pertanian untuk kebutuhan masyarakat kota Ranai maupun masyarakat di Kabupaten Natuna,” terangnya saat melayani konsumen berbelaja di pasar tradisional.
Ibu rumah tangga Dila Desfita menambahkan kenaikan harga barang kebutuhan pokok membuatnya harus lebih berhemat. Dikarenakan hasil pendapat yang diperlukan untuk kebutuhan hidup keluarga tidak sebanding dengan harga barang kebutuhan pokok di pasar.
“Pedapatan ekonomi masyarakat kita melemah. Harga barang tidak stabil. Banyak masyarakat yang mengeluh karena pendapatan tidak mencukupi kebutuhan keluarga,” ucap ibu tiga anak tersebut saat berbelanja kebutuhan keluarga.
Dia menyampaikan berbelanja barang kebutuhan pokok jelang hari raya Idul Adha kemarin terus meningkat di pasaran.
Ia mencontohkan, kenaikan paling mencolok, yakni harga ikan seperti ikan tongkol yang mencapai Rp60 ribu hingga Rp70 ribu/per ekor, ikan kembung dan ikan sarden juga mahal, yakni rata-rata Rp50 ribu sedangkan cumi cumi berkisar 50/kilo.
“Kalau pun ada yang dijual Rp40 ribu/per ekor, kualitas ikannya tidak bagus atau ikan kemarin yang tidak habis dijual,” ujarnya.
Ia menambahkan, akibat tingginya harga ikan yang dijual tersebut dampak dari Perusahan Perum Perikanan Indonesia
(Perindo ) Selat Lampa mengambil harga ikan ke nelayan harga relatif tinggi akibatnya kebutuhan pasar lokal membumbung tinggi tidak terjangkau kocek para ibu rumah tangga, maka para emak emak, harus pandai-pandai mengatur uang belanja, agar bisa cukup hingga akhir bulan.
Hal senada sampaikan Aminah (47), salah seorang Emak emak ditemui Wartakepri.co.id di pasar tradisional Natuna, sebelum Idul Adha 2018, menyatakan ketidakpastian harga barang dipasaran membuat perekonomian masyarakat semakin terpuruk.
Ini dibutuhkan peran serta pemerintah daerah dalam menstabilkan ekonomi masyarakat di kota Ranai, Kabupaten Natuna.
“Kenaikan harga barang kebutuhan pokok ini tidak bisa didiamkan begitu saja. Ini menyangkut ketahanan pangan masyarakat. Harga barang tidak stabil karena alasan stok barang terbatas dan tidak mencukupi untuk kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.
Dari pantauan di lapangan, Harga beras per kilogram tembus dipasaran Rp 15 ribu, harga telur ayam Rp 52 ribu per papan, bawang merah jawa Rp 33 ribu dan daging ayam naik dari Rp 33 ribu menjadi Rp 40 ribu di pasar tradisional Ranai.
Selanjutnya harga Cabe merah juga mengalami kenaikan dari harga Rp 55 ribu perkilogram kini Rp 60 ribu perkilogram. Harga cabe rawit sebelumnya 50 ribu hingga 60 ribu perkilogram Cabe hijau dari sebelumnya 45 hingga 50 ribu Bawang putih sebelumnya 30 ribu perkilogram kini menjadi 25 ribu perkilogram dan bawang merah masih berkisar 30 ribu hingga 35 ribu perkilogram.
Sedangkan Tomat medan di jual pasar Ranai mengalami kenaikan dari harga 20 kini menjadi 22 ribu. Umumnya kebutuhan Sayur mayur beredar di pasar Ranai di pasok dari Kota Medan.(*)
Rikyrinovsky
Foo ; Dokumentasi Rikyrinovsky





























