WARTAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Amblasnya jalan raya Gubeg membuat pertanyaan mengenai penyebab jalan raya tersebut bisa amblas dan membuat lubang yang sangat besar ditengah-tengah jalan.
Lubang tersebut memiliki kedalaman hingga mencapai 10 meter. Bahkan, kabarnya dua bangunan di sekitar lokasi disebut-sebut mengalami kerusakan. Di antaranya adalah Toko Elizabeth dan Bank BNI.
Di sekitar area kejadian dikelilingi oleh garis polisi, bahkan terdapat tiga lapis garis polisi.
Di sekitar jalan ambles sekarang sudah ditutupi pagar dari asbes, untuk menghindari masyarakat masuk ke lokasi kejadian. Selain itu pihak kepolisian, peneliti dan pihak-pihak lainnya juga terjun ke lapangan untuk menjalankan tugasnya.
Pemkot Surabaya menduga adanya kesalahan pada saat proses konstruksi di proyek basement RS Siloam yang mengakibatkan Jalan Gubeng Surabaya ambles.
Sebagaimana dikatakan oleh Kepala Bappeko Surabaya Ery Cahyadi, Jalan Gubeng Surabaya ambles itu diduga karena kesalahan proses konstruksi. Lokasi jalan ambles itu adalah lokasi proyek pengerjaan basement RS Siloam.
Lokasinya ada di belakang gedung RS Siloam dan di depan Gedung Elizabeth.
“Diduga dinding penahannya dari proyek basemennya tidak kuat. Kita ada gambar terakhir dari pengerjaan proyek itu, di gambar laporan itu dinding penahan yang berlubang,” kata Eri yang diwawancara di lokasi, Selasa (18/12/2018).
Padahal seharusnya, dinding penahan itu tidak boleh berlubang betonnya. Melainkan harus rapat dan padat.
Lubang jarak di dinding penahan itu yang diduga kuat menjadi penyebab amblesnya jalan raya gubeng.
“Dari empat sisi dinding penahan basemennya itu, kurang satu sisi yang belum dikerjakan. Itu yang membuat longsong sampai ke jalan, tanah jalan itu ketarik,” kata Ery.
5 orang saksi diintrogasi pasca Jalan Gubeng Surabaya ambles.
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan keterangan lima saksi yang diintrogasi.
Amblesnya jalan dikarenakan ada pembangunan basement RS Siloam, yaitu 70 x 70 yang baru dikerjakan 11 persen dengan kedalaman 11 meter dari 19 meter.
Para saksi ini menyebutkan bahwa sebelumnya sudah ada kejanggalan saat pembangunan pada bulan Februari 2018 lalu.
“Itu keterangan sementara tadi malam, bahwa mulai dari bulan Februari sudah ada masukan (dari kontraktor) terkait adanya air di bawah.”
“Sudah ada saran dari tim pada saat menggali ground proyek basement RS Siloam muncul air, yang harusnya tidak muncul air,” beber Irjen Pol Luki Hermawan.
Untuk itu, keterangan sementara tersebut, lanjutnya, akan terus didalami oleh penyidik dengan meminta penjelasan dari para saksi ahli.
Samwil, anggota Komisi D DPRD Jatim yang membawahi bidang pembangunan mengatakan, Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya serta pemerintah pusat harus segera membuat keputusan terkait Jalan Gubeng Surabaya ambles.
Hal ini menurut Samwil sangat urgent mengingat Jalan Raya Gubeng adalah satu di antara jalan utama di kota Surabaya yang banyak di lalui warga.
“Kami tidak bicara teknis dulu, tapi langkah awal adalah segera pulihkan Jalan raya Gubeng,” kata Samwil, Rabu (19/12/2018).
atu cara yang dapat ditempuh untuk memulihkan Jalan Raya Gubeng adalah menggunakan dana cadangan bencana yang bisa digunakan kapan saja.
“Ini karena berkaitan langsung dengan tanggung jawab pemerintah untuk melayani masyarakat di bidang sarana transportasi, jadi kalau ini penting buat rakyat, sebaiknya segera dipulihkan,” pintanya lagi.
Terkait masalah hukum, karena dugaan kelalaian, anggota legislatif dari Fraksi Demokrat ini lebih mempercayakan hal itu kepada aparat hukum.
Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab amblesnya jalan tersebut, namun diduga kuat amblesnya jalan ini dikarenakan adanya proyek pembangunan basement di pinggir Jalan Gubeng.
Dilansir melalui : Tribunnews.com























