Polisi Dapat Informasi Ada Kurir Bawa Sabu Masuk Bandara Hang Nadim Batam

Ditresnarkoba Polda Kepri telah dilaksanakan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika jenis Sabu


WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Ditresnarkoba Polda Kepri telah dilaksanakan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika jenis Sabu, hasil pengungkapan dan penangkapan kasus narkoba di Bandara Hang Nadim Kota Batam dan di Terminal kedatangan Pelabuhan Internasional Ferry Batam Center, Selasa, tanggal 19 Februari 2019, Sekira pukul 10.30 WIB.

Hadir dalam pemusnahan barang bukti ini Kasubdit II Dit Resnarkoba Polda Kepri Akbp Rama Pattara S.I.K, M.Si, Bea dan Cukai, Perwakilan kejari, Perwakilan pengadilan negeri dan Pengacara. Kasus ini berdasarkan Laporan Polisi LP-A / 21 / II / 2019 / SPKT-Kepri tanggal 21 Februari 2019 dan LP-B / 17 / II / 2019 / SPKT-Kepri tanggal 25 Februari 2019

Kasus Tangkapan di Bandara Hang Nadim

Honda Capella

Berikut kronologi, kejadian dari dua kasus ini. Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri memperoleh Informasi dari Masyarakat pada hari Rabu 20 Februari 2019 bahwa akan ada seorang laki-laki yang akan membawa Narkotika jenis sabu melalui Bandara Hang Nadim Batam, selanjutnya pada hari kamis tanggal 21 Februari 2019 dilakukan pemantauan di Bandara Hang Nadim Batam.

Setelah tersangka Inisial BD melakukan Check In di bandara dirinya masuk ke dalam toilet laki-laki, selanjutnya Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri melakukan penangkapan di dalam toilet dan di membawa tersangka ke polsek Bandara.

Setelah dilakukan Introgasi tersangka mengakui bahwa ada menyimpan Narkotika Jenis Sabu di dalam rongga perutnya. Kemudian Tim membawa tersangka ke RS Awal Bros-Batam untuk dilakukan Rontgen dan tersangka disuruh untuk mengeluarkan Narkotika jenis sabu melalui anusnya. Setelah dikeluarkan ditemukan 2 (dua) buah kapsul warna merah berisi Kristal bening di duga sabu. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Ditresnarkoba Polda Kepri guna proses penyidikan perkara.

Kasus Tangkapan di Ferry Internasional Batam Centre

Selanjutnya pada hari Senin tanggal 25 Februari 2019 sekira pukul 11.30 wib. Petugas bea dan cukai pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre mencurigai seorang perempuan yang baru datang dari Malaysia.

Kemudian dilakukan pemeriksaan, dikarenakan tidak mau mengakui membawa Narkotika sehingga petugas Bea dan Cukai membawa perempuan tersebut ke RS. Awal Bros Batam untuk dilakukan Rontgen Badan. Selanjutnya inisial SR dibawa ke kantor Bea dan Cukai untuk dilakukan Introgasi dan mengakui bahwa ada membawa Narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam rongga perutnya.

Kemudian petugas mengarahkan perempuan tersebut untuk mengeluarkan narkotika jenis sabu melalui anusnya di damping oleh petugas perempuan Bea dan cukai. Ditemukan 1 (satu) kapsul di balut plastik bening diduga Narkotika jenis sabu. Selanjutnya petugas bea dan cukai membuat Laporan Polisi dan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Polda Kepri guna proses penyidikan perkaranya.

Dari dua kasus ini polisi mengamankan BD laki-laki, 39 Tahun dan SR, Perempuan 31 Tahun. Dari tersangka BD barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 100 (seratus) gram dan dari tersangka SR barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 105,2 (seratus lima koma dua) gram. Pemusnahan barang bukti dilakukan dengan cara di rebus dengan air panas lalu selanjutnya dibuang ke dalam safety tank.

Pasal yang dilanggar, Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 113 ayat (2) undang-undang Republik Indonesia no.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.(*)

Sumber : Humas Polda Kepri
Editor : Dedy Suwadha

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News