Natuna Dilanda Kemarau, Hutan Kerap Terbakar

24

WARTAKEPRI.CO.ID, NATUNA – Sudah hampir satu bulan setengah lebih, pulau Natuna dilanda musim kemarau. Suhu di siang hari cukup menyengat. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena hutan dan lahan rawan terjadi kebakaran.

Saat ini kebakaran lahan sudah terjadi dibeberapa lokasi, seperti di Kecamatan Bunguran Tengah.

Mengantisipasi kebakaran tidak meluas, Kodim 0318 Natuna Provinsi Kepri mengerahkan anggota TNI yang bertugas sebagai bintara pembina desa (Babinsa) untuk mengantisipasi kebakaran hutan di daerah ini.

“Saat ini Dandim telah memerintahkan seluruh anggota Babinsa untuk menyosialisasikan kepada masyarakat masing-masing wilayah tugas mereka, agar tidak melakukan pembakaran hutan atau lahan untuk pembukaan kebun.

Tugas Babinsa ini selain menyosialisasikan ke masyarakat, sekaligus menjadi koordinator pemadaman kebakaran hutan dan lahan jika terjadi di wilayah kerja mereka,” kata Babinsa desa Harapan Jaya Kopda Edi Sufriyadi. di Ranai, Minggu, (7/4/2019).

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Langkah antisipasi yang dilakukan anggota TNI tersebut, kata dia, sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan khususnya saat kemarau sekarang ini.

Sejauh ini pantauan petugas Babinsa belum ditemukan kejadian kebakaran hutan dan lahan yang cukup besar.

Kalau pun terjadi kebakaran, arealnya tidak mencapai satu hektare dan langsung dapat dipadamkan oleh masyarakat.

“Titik api ini masih kecil dengan luasan areal yang terbakar kurang dari satu hektare, lahan yang terbakar kebanyakan semak belukar namun bisa langsung dipadamkan,” ujarnya lagi.

Babinsa Desa Harapan Jaya Kopda Edi Sufriyadi menghimbau dan menyampaikan kepada masyarakat Desa Harapan Jaya yang mau mebakar lahan untuk perkebunan harus di pantau dan dijaga sampai api benar padam,”sebutnya.

Sebelumnya, Bupati Natuna Hamid Rizal telah mengimbau kalangan masyarakat setempat untuk tidak membakar lahan untuk membuka usaha perkebunan.

“Saya minta warga yang akan membuka kebun baru jangan dilakukan dengan cara dibakar karena dapat menimbulkan kebakaran di musim kemarau ini. Selain itu, akibat pembakaran ini juga dapat menimbulkan kabut asap seperti yang terjadi saat ini,” katanya pula.(Rky)

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020 versi WartaKepri.co.id

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO