Ini 4 Anjuran Untuk Mendapat Kemuliaan Malam Lailatul Qadar, Nomor 3 Sanggup Ngak

344

WARTAKEPRI.co.id – Ada 4 hal yang selalu dilakukan Rasulullah SAW di 10 hari terakhir Ramadhan untuk mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar. Rasulullah SAW selalu melakukan hal-hal ini untuk menjemput keistimewaan Lailatul Qadar. Datangnya malam Lailatul Qadar yang digadang-gadang di 10 hari terakhir Ramadhan 1440 H disambut dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Meski tidak ada yang tahu kapan malam Lailatul Qadar akan datang dan menghampiri hamba Allah SWT yang, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amalan di 10 hari terakhir Ramadhan, diantaranya;

Adapun hal-hal yang dilakukan Rasulullah SAW di 10 hari terakhir Ramadhan, dari harakahislamiyah, Sabtu (25/5/2019), seperti
1. Memperbanyak ibadah,
2. Menyedikitkan tidur,
3. Menjauhi istri-istrinya dan
4. Beritikaf di masjid

“Barangsiapa yang hendak beri’tikaf denganku, hendaklah beri’tikaf di sepuluh terakhir (Ramadhan), sesungguhnya aku telah diperlihatkan malam itu (lailatul qadar) tapi kemudian aku dilupakan (dibuat lupa) (HR Bukhari)

Pernah suatu hari Rasulullah Saw beritikaf di masjid, saat itu atap masjid hanya terbuat dari pelepah kurma. Kemudian hujan turun mengguyur sehingga membuat lantai masjid dipenuhi air (ketika itu lantai masjid masih berupa tanah).

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Rasulullah Saw masih melanjutkan ibadahnya, tak ingin melewatkan keutamaan sepuluh hari terakhir Ramadhan tersebut. Abu Said al-Khudri berkata “Aku melihat di dahinya terdapat sisa air dan tanah (karena sisa hujan semalam)”

Panduan Lengkap Itikaf

Itikaf, salah satu amalan yang bisa dilakukan di 10 hari terakhir Ramadhan 1440 H menjemput keistimewaan malam Lailatul Qadar. Berikut niat, rukun, hingga syarat Itikaf, amalan ibadah yang bisa dilakukan di 10 hari terakhir Ramadhan 1440 H mencari malam Lailatul Qadar. Itikaf sunnah dilakukan setiap waktu, tetapi yang paling utama (afdhal) jika dilakukan dalam bulan Ramadhan.

Arti dari itikaf ialah berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata niat beribadah kepada Allah. Dikutip rumaysho.com, Selasa (28/5/2019), berikut tata cara, niat, rukun, hingga syarat Itikaf selama bulan Ramadhan 1440 H.

Tata Cara Itikaf

Itikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan bisa dikatakan sebagai ruang perawatan khusus untuk menghilangkan kanker dosa dari dalam hati. Itikaf merupakan lingkungan khusus yang jauh dari noda dan kotoran dunia.

Adakah Salat Khusus di Malam Lailatul Qadar Jelang 10 Hari Terakhir Ramadhan 1440 H? (Islami.co). Konon Rasulullah selalu melakukan itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Kemudian pada tahun di mana beliau meninggal dunia, beliau beritikaf selama dua puluh hari. Ketika beliau tidak bisa itikaf, beliau kemudian menggantinya dengan itikaf sepuluh hari pertama di bulan Syawal. Tindakan Rasulullah itu merupakan bukti pentingnya ibadah itikaf. Kesungguhan Rasulullah untuk mengerjakan ibadah yang satu ini juga bisa menjadi motivasi untukmu melakukan hal yang sama.

Niat Itikaf

Niat menjadi salah ssatu syarat Itikaf. Adapun niat Itikaf adalah sebagai berikut: نويت الاعتكاف لله تعالي “Nawaitul I’tikaf Lillahi Ta’ala”

Kedua, diam di dalam masjid dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sedang beritikaf. Sebagaimana firman Allah SWT “…Tetapi, jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beri’tikaf dalam masjid.” (QS Al-Baqarah: 187).

Orang yang melakukan itikaf harus muslim, berakal, suci dari hadas besar (ada pendapat yang mengatakan bahwa hadas kecil juga membatalkan itikaf), dan harus di masjid.

Sunnahan itikaf terdapat dalam beberapa hadis, di antaranya: Pertama, Abdullah bin Umar berkata bahwa Rasulullah SAW itikaf sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR Bukhari).

Kedua, ‘Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW melakukan itikaf sesudah tanggal dua puluh Ramadan hingga beliau meninggal dunia. (HR Bukhari dan Muslim).

Ketiga, Ubay bin Ka’ab dan Aisyah mengatakan bahwa Rasulullah beritikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, hinggal Allah menjemputnya (wafat). (HR. Bukhari Muslim).

Maksud dari beberapa hadis di atas bahwa tiap bulan Ramadhan akan berakhir, terutama sepuluh hari menjelang Ramadan berakhir, Rasulullah SAW selalu itikaf di masjid. Itikaf ini hukumnya sunah dan tidak harus pada bulan Ramadhan, boleh dilakukan pada bulan apa saja, yang penting orang yang melakukannya memahami apa itu itikaf.

Rukun Itikaf

I’tikaf harus dilakukan di masjid dan dianggap sah bila memenuhi rukun-rukun sebagai berikut :

1. Niat Mendekatkan Diri kepada Allah.
2. Berdiam di Masjid
3. Islam dan suci, serta sudah akil baligh.

Adapun hal-hal yang membatalkan i’tikaf adalah keluar dari masjid tanpa keperluan yang jelas, bercampur dengan istri, murtad, Hilang akal karena gila atau mabuk, serta datang haid dan nifas ataupun semua yang mendatangkan hadats besar.(*)

Sumber: tribunnews/harakahislamiyah/islamico

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020 versi WartaKepri.co.id

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO