WARTAKEPRI.CO.ID, Karimun – Kondisi pasien penderita tumor otak, Elandra Dwiguna (23) akhirnya dapat ditangani oleh medis Sakit Umum Daerah (RSUD) HM Sani. Putra dari Ely Kristianto (59) tersebut ditangani oleh delapan Dokter ahli bedah saraf.
Ketua Tim Bedah yang menangani operasi pasien Elandra, Andi Nugraha SpBS., menjelaskan bahwa pada keadaan kondisi pasien stabil, tidak adanya hal-hal yang membahayakan pada kondisinya, serta sejauh ini sudah berkonsultasi dengan pihak keluarga.
“semuanya ini berjalan dengan lancar, tanpa hambatan apapun, dari hasil operasi tersebut belum dapat diketahui secar pasti, menunggu prosesnya. Diketahui bahwa pasien setelah di lakukan diagnosa mengalami tumor otak,” jelas Andi.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD HM. Sani Zulhadi menyampaikan, perencanaan awal akan di operasi di RS otorita batam. Setelah adanya persiapan-persiapan serta masukan dari Rumah sakit otorita batam untuk segera dirujuk dan melakukan kemoterapi, dari dokter Ahli bedah saraf sendiri menyampaikan bahwa, adanya alternatif kemungkinan untuk di tangani di RSUD HM Sani. Dimana peralatannya sendiri didatangi dari Bandung.
“memang sebelumnya RSUD HM. Sani belum pernah menangani kasus operasi bedah tumor otak, akan tetapi Alhamdulillah setelah dilakukan pembenahan serta persipaan, akhirnya RSUD milik pemerintah ini dapat melaksanakan operasi bagi pasien tumor otak,” ungkap Zulhadi.
Disela-sela mendapingi putra kesayangannya, orang tua pasien, Ely kristianto mengharapkan bahwa, pasca operasi oelh tim medis dari RSUD HM Sani, diharapkan kesembuhan putranya, dan dapat berkumpul kembali bersama seluruh keluarga.
“menunggu pemulihan kesadaran diruang ICU, tim dokter sebelumnya sudah berkonsultasi dengan harapan agar dapat segera sembuh dari penyakit yang dideritanya, dan untuk pembayaran seluruh biaya sudah ditanggung oleh BPJS,” terang Ely.
Hingga kini, pasien masih menjalani pasca operasi, dengan pihak RSUD HM Sani sendiri sudah melakukan Radiografi sinar X, CT- Scan otak serta magnetic resonance imaging atau MRI. (AMS)

























