WARTAKEPRI.CO.ID, Gas melon atau tabung gas elpiji 3 KG belakangan menjadi langka dikalangan masyarakat Batam akhir-akhir ini. Tidak jarang masyarakat rela menfgantri panjang hanya untuk mendapatkan stok gas elpiji ini. Tidak hanya di agen gas elpiji, namun kelangkaan juga terjadi di Pertamina.
Dilansir melalui Gatra.com, Branch Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Kepri, Awan Raharjo justru menyebut bahwa penyaluran gas elpiji 3 kilogram wilayah Kepulauan Riau sudah sesuai kuota. Bahkan, rata rata penyaluran harian di bulan Oktober malah menjadi penyaluran tertinggi, mencapai 179 metrik ton (MT).
“Penyaluran rata rata sampai minggu ke 2 November, lebih tinggi lagi, mencapai 188 MT perhari. Pasokan ke Batam malah menghabiskan separoh dari pasokan harian di Kepri,”ungkapnya pada Jumat (14/11).
Untuk mengatasi kelangkaan gas 3 kilogram yang sering terjadi di wilayah Sagulung dan Batu Aji, Batam kata Awan, Pertamina sudah menambah pasokan sebanyak 1.680 tabung. Intensitas monitoring di lapangan juga SUDAH ditingkatkan, khususnya di kawasan yang rawan penyelewengan.
Awan mengatakan bahwa masyarakat diharapkan untuk segera melapor jika menemukan ada pangkalan yang melakukan pelanggaran. Masyarakat bisa menelepon ke call center Pertamina di 135 atau 1500000.
“Sertakan alamat lengkap pangkalan, deskripsikan kejadiannya, dan jika memungkinkan ada evidence yg bisa disampaikan untuk kami tindaklanjuti. Dan kami meminta masyarakat jangan panik lantaran kami memang tidak ada mengurangi pasokan,”.
Dilansir melalui: Gatra.com
























