WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Masyarakat Anambas di perantauan memberikan Apresiasi Kepada Pemerintahan Anambas yang telah berjuang Menjadikan Anambas Sebagai Tuan Rumah Perhelatan Pencanangan Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan (Gerbangdutas), yang nantinya akan dilaksanakan pada tanggal 16-17 Maret mendatang, Kamis (12/3/2020).
Agenda Besar itu melibatkan 5 kementerian, gubenur dan bupati daerah perbatasan yang diperkirakan lebih kurang 350 orang akan datang mengikuti kegiatan tersebut.
Zulkifli atau Zul yang akrab disapa Pakngah Kep warga asal Desa Keramut Kecamatan Jemaja Barat mengatakan bahwa dirinya sebagai warga masyarakat, sangat berharap kepada Pemerintahan Anambas kegiatan tersebut dapat merubah wajah dan tatanan pola pikir masyarakat Anambas agar bisa lebih maju.
” Kami juga sangat berharap kepada Pak Bupati dalam hal ini, tamu yang akan datang semestinya menggunakan Pesawat Wings Air, sehingga kita bisa memperkenalkan daerah anambas lebih luas tidak hanya ibu kotanya saja,” ucapnya.
Disamping itu tamu yang datang bisa dapat menikmati panorama alam yang indah yang dimiliki sambil menyantap menu hidangan khas daerah di bibir pantai di Pantai Padang Melang Desa Batu Berapit Kecamatan Jemaja Anambas.
” Potensi pariwisata yang kita miliki cukup besar untuk kita sajikan kepada bapak menteri nantinya. Alangkah baiknya Bandara Letung itu menjadi Gerbang Prioritas untuk kedatangan tamu-tamu yang masuk ke anambas. Untuk itu kami sebagai putra daerah kabupaten kepulauan anambas di perantauan berharap tamu VIP dari Jakarta yang akan datang ke Anambas, kiranya harus melalui bandara letung sebagai bandara Domestik satu satunya yang di miliki oleh Anambas,” harapan Zul.
Adanya wacana pemerintah daerah kabupaten kepulauan Anambas untuk mendaratkan pesawat yang membawa rombongan dari Jakarata di Bandara Palmatak sangatlah tidak bijak.
” Karena sama sama kita ketahui bandara palmatak itu adalah bandara khusus, yakni bandara milik perusahaan (non Domestik), atau bukan milik pemda anambas, percuma kita berjuang separuh mati kate orang melayu,” ucap Zul yang juga seniman yang menciptakan lagu tentang PT. KJJ dan lagu Corona kepada Wartakepri.co.id.
Perjuangan dari exskutif sampai legeslatif dan masyarakat anambas untuk mewujutkan impian memiliki bandara sendiri menjadi sia sia.
” Sekali lagi kami sebagai putra daerah Anambas di perantauan berharap kepada Bupati Anambas khususnya, dapat mempertimbang kan kembali wacana tersebut, karena kalau tetap di laku kan pendaratan pesawat yang membawa tamu dari Jakarta itu, makabpupus sudah kebanggaan masyarakat anambas untuk mempromosi kan cagar alam wisata yang ada di Kecamatan Jemaja, Jemaja Timur dan Jemaja Barat. Ini lah saat nya kita memberi tau secara langsung kepada pejabat tinggi negara, bahwasanya dinasti pariwisata yang ada di anambas memiliki daya saing yang sangat tinggi dengan dinasti dinasti pariwisata daerah lain nya, sehingga bandara letung sudah sangat layak di jadikan bandara internasional,” harapnya lagi.
Saat ini kita sudah cukup memiliki transportasi laut yang ideal untuk mengangkat tamu yang masuk melalui Gerbang Bandara Letung menuju ibu kota Anambas.
Sayang dengan bandara yang sudah dibangun melaui 3 sumber dana itu kalau hanya di hinggapi 1 armada saja. Semestinya pesawat Exspres Air pun sudah bisa mendarat di bandara Letung sehingga bisa dirasakan oleh semua warga anambas suka dukanya baik itu pejabat maupun masyarakat biasa.
Seharusnya menteri menteri yang nantinya akan datang ke anambas itu harus memakai pesawat Wings Air atau pesawat Exspres Air juga boleh akan tetapi pendaratannya harus duiu Bandara Letung.
“Menurut saya sudah sangat layak mendarat di bandara letung, jangan kecewa kan hati masyarakat,” akhir Zul.(Rama).
Editor : Dedy Suwadha































