Disepakati Bersama Untuk Renovasi Gereja St Joseph Karimun dan Tidak akan Direlokasi – WartaKepri.co.id
501 views

Disepakati Bersama Untuk Renovasi Gereja St Joseph Karimun dan Tidak akan Direlokasi





WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang di Sekupang, Batam, menggelar sidang sidang ke VI, dengan agenda menambahkan bukti surat dan pemeriksaan saksi-saksi antara kedua belah pihak, Rabu (11/3/2020).

Dalam sidang perkara tersebut yang dipimpin oleh Hakim Ketua Ali anwar, beserta Hakim Anggota I, Deni Marati serta Hakim Anggota II Haverwes, dengan Panitera M. Zahid.

Agenda sidang yang dimulai Pukul 10.00 WIB, Majelis Hakim memasuki ruang sidang, yang selanjutnya penggugat menyerahkan bukti bukti dan menyampaikan pencabutan gugatan.

Dimana tergugat (pengacara Pemda) menyerahkan berkas hasil musyarawarah mufakat, Muspida Kabupaten Karimun dan menyampaikan permohonan pencabutan perkara kepada Majelis Hakim.

Sebelumnya pihak Majelis Hakim sendiri meminta agar dapat membuat surat permohonan pencabutan perkara, dan dapat ditandatangani oleh pengacara serta wajib menghadirkan Hasyim Tugiran untuk memberi keterangan atau meyakinkan kepada pihak Majelis.

Sidang akan di lanjutkan pada Rabu pelan depan (18/2/2019), pukul 09.30 WIB, dengan agenda mendengarkan saksi para pihak dan juga surat tambahan. Pukul 10.45 WIB, sidang selesai digelar dan berjalan dengan aman dan kondusif.

Dimana sebelumnya rapat yang di gelar di Kantor Bupati Karimun, turut hadir perwakilan Aliansi Peduli Kabupaten Karimun dan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Karimun. Sementara pihak Gereja St Joseph Karimun diwakili oleh utusan dari Keuskupan Pangkalpinang, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus, bersepakat bahwa APKK akan mencabut perkara gugatan Nomor 33/G/2019/PTUN.TPI.

Bupati Aunur Rafiq sendiri menegaskan bahwa rapat dan hasil rapat tersebut setidaknya menjadi bukti bahwa di tengah masyarakat Karimun tidak ada sikap intoleran.

Sementara itu, Kapolres Karimun AKBP. Yos Guntur sangat mengapresiasi kinerja semua pihak, terutama Pemerintah Daerah, TNI, APKK, FUIB dan pihak Gereja, serta Uskup Keuskupan Pangkalpinang yang mau berjiwa besar melakukan langkah-langkah persuasif hingga rapat ini dapat terealisasi dan akhirnya mendapat solusi yang baik bagi semua pihak tidak ada yang merasa kalah atau menang.

“Mengapresiasi kepada seluruh pihak, sehingga dapat bersama Polri menciptakan kondisi wilayah Kabupaten Karimun yang aman, damai dan kondusif, dimana dari hasil rapat lintas sektoral tersebut menyepakati bahwa pembangunan Gereja St Joseph Tanjung Balai, Karimun, dapat dilanjutkan kembali,” pungkas Kapolres AKBP Yos Guntur di tengah-tengah kesibukannya Kamis (12/3/2020).

Diketahui sebelumnya bahwa, pihak-pihak yang berkepentingan menandatangani 6 butir yang menjadi kesepakatan bersama, diantaranya akan dilakukan renovasi gereja di tempat yang lama dan tidak akan direlokasi.

Bahwa renovasi gereja dilakukan sesuai dengan pengajuan IMB yang baru beserta gambar yang dibahas dalam rapat tindak lanjut pembangunan gereja. Jika gambar diserahkan gereja ke Pemerintah Daerah, akan diadakan rapat teknis dengan pihak APKK, FUIB dan pihak gereja.

Setelah kesepakatan ini ditandatangani masing-masing pihak, maka pihak APKK akan mencabut gugatan perkara Nomor 33/G/2019/PTUN.TPI, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang di Sekupang, Batam.

Bahwa peletakan batu pertama dilakukan sebagai simbol toleransi masyarakat Kabupaten Karimun terhadap kerukunan umat beragama, setelah rapat teknis dilakukan dan IMB hasil revisi diterbitkan.

Masing-masing pihak harus menghormati kesepakatan yang telah dibuat dan ditandatangani bersama ini, disosialisasikan ke masyarakat hasil rapat tindak lanjut penyelesaian pembangunan gereja yang dilakukan hari ini.

Dengan demikian, kita bersyukur bahwa akhirnya ada solusi atas polemik pembangunan Gereja Katolik St Joseph Karimun. Semoga pembangunan Gereja ini berjalan dengan lancar.

Reporter : Aziz Maulana



PKP DREAMLAND
FANINDO
WIRARAJA
DEWAN PERS WARTAKEPRI

Pendapat Anda

501 views