
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, mengimbau masyarakat Kabupaten Karimun untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta menjaga etika dalam menyampaikan pendapat di ruang digital.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kunjungan pengurus Laskar Melayu Bersatu (LMB) Karimun ke Polres Karimun.
Dalam pertemuan itu, LMB menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan penghinaan melalui kolom komentar Facebook yang ditujukan kepada Bupati Karimun, Iskandarsyah.
Kapolres menegaskan, media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi yang positif, bukan menjadi ruang yang memicu konflik maupun kegaduhan di tengah masyarakat.
“Kami dari Polres Karimun mengimbau agar masyarakat Karimun senantiasa menjaga persatuan, kesatuan, keamanan, dan ketertiban, khususnya di ruang media sosial. Bijaklah dalam mengetik dan menyampaikan pendapat agar tidak menimbulkan kegaduhan,” ujar AKBP Yunita Stevani, Rabu (29/7/2026).
Yunita juga mengapresiasi langkah LMB Karimun yang memilih bersilaturahmi dan berkoordinasi dengan kepolisian, sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Karimun.

Menurutnya, pertemuan tersebut tidak hanya membahas persoalan yang sedang berkembang, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi dalam menjaga suasana yang aman dan kondusif
“Mereka bersilaturahmi sekaligus berdiskusi dengan kami mengenai upaya bersama menjaga kondusivitas di Kabupaten Karimun,” katanya.
Terkait dugaan penghinaan di media sosial, Kapolres menjelaskan, aparat penegak hukum tetap mengedepankan penyelesaian melalui pendekatan persuasif sesuai semangat ultimum remedium dalam ketentuan KUHP yang berlaku.
Dengan prinsip tersebut, masih kata Kapolres, penyelesaian melalui mediasi diupayakan terlebih dahulu sebelum menempuh proses hukum pidana.
“Kami mengusahakan agar penyelesaian dapat ditempuh melalui jalur mediasi terlebih dahulu sesuai dengan asas ultimum remedium,” ungkap Yunita.
Kapolres berharap, masyarakat dapat lebih bijak dalam bermedia sosial dengan mengedepankan etika, saling menghormati, serta memverifikasi informasi sebelum membagikannya.
“Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga persatuan dan menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Bumi Berazam,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis




























