Home Info PLN PLTU Karimun Jalani Pemeliharaan Terjadwal, PLN Pastikan Prioritas Keandalan Pasokan Listrik

PLTU Karimun Jalani Pemeliharaan Terjadwal, PLN Pastikan Prioritas Keandalan Pasokan Listrik

PT PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau
PT PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau memastikan bahwa, pemeliharaan rutin di PLTU Tanjungbalai Karimun dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik. Manager UP PLTU Tanjungbalai Karimun, Riki Adityawarman, menjelaskan, pemeliharaan dirancang dalam siklus lima tahunan yang mencakup major overhaul (pemeliharaan besar), serious overhaul (pemeliharaan kecil), serta pemeliharaan darurat jika terjadi gangguan.(Foto: Junizar)

WhasApp

WARTAKEPRI.co.id – KARIMUN – PT PLN Indonesia Power (IP) UBP Kepulauan Riau Unit Pembangkitan (UP) PLTU Tanjungbalai Karimun, memastikan bahwa, pemeliharaan unit pembangkit yang dilakukan merupakan bagian dari program perawatan berkala yang telah disusun jauh hari untuk menjaga keandalan pasokan listrik.

Manager UP PLTU Tanjungbalai Karimun, Riki Adityawarman, mengatakan, sistem pemeliharaan pembangkit telah direncanakan dalam siklus lima tahunan dan terdiri dari tiga jenis, yaitu major overhaul (pemeliharaan besar), serious overhaul (pemeliharaan kecil), serta pemeliharaan tidak terencana apabila terjadi gangguan.

“Setiap unit PLTU wajib menjalani perawatan setelah beroperasi sekitar 6.000 jam,” terang Riki, Selasa (28/7/2026).

Riki menyebut, dengan dua unit pembangkit yang beroperasi di Karimun, dalam satu tahun terdapat beberapa jadwal pemeliharaan yang mengharuskan masing-masing unit sementara keluar dari sistem (outage) agar proses perawatan dapat dilakukan secara menyeluruh.

“Namun, jadwal pemeliharaan PLTU Unit 2 yang semula direncanakan pada 10 Juli 2026 terpaksa ditunda,” jelas Riki.

“Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasokan listrik yang masih terbatas, ditambah adanya gangguan pada beberapa panel kubikel gardu pembagi di PLTD Bukit Carok yang sempat memicu pemadaman listrik (blackout),” tambah Riki.

PLN Indonesia Power kata Riki, memilih menunda pemeliharaan demi memastikan pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga dan menghindari potensi pemadaman bergilir.

“Saat ini sistem kelistrikan Karimun memiliki daya sekitar 32-33 MW, sehingga ruang cadangan daya masih terbatas,” ujar Riki.

Oleh karena itu, Riki menyebut, pemeliharaan PLTU Unit 2 baru direncanakan dilaksanakan sekitar 15 Agustus 2026, setelah mesin PLTD bantuan dari pusat berkapasitas 6 MW selesai dipasang dan mulai beroperasi.

Riki juga menegaskan, seluruh material dan suku cadang yang dibutuhkan untuk proses pemeliharaan telah tersedia 100 persen di lokasi.

“Pelaksanaan perawatan hanya menunggu kondisi sistem kelistrikan dinilai cukup aman untuk melepas unit pembangkit dari jaringan,” imbuhnya.

Ia juga mengakui bahwa, pengoperasian pembangkit yang telah melewati jadwal pemeliharaan memiliki risiko teknis.

“Meski demikian, langkah penundaan diambil sebagai upaya menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat hingga tambahan daya dari PLTD baru dapat memperkuat sistem,” pungkasnya.

Pemeliharaan berkala pada pembangkit listrik, masih kata Riki, bertujuan untuk menjaga keandalan dan efisiensi mesin pembangkit, mencegah kerusakan yang lebih besar dan tidak terduga.

“Hingga memperpanjang umur peralatan pembangkit dan juga menjamin pasokan listrik tetap aman dan stabil bagi masyarakat,” beber Riki.

Dengan adanya tambahan pembangkit berkapasitas 6 MW, diharapkan sistem kelistrikan Karimun memiliki cadangan daya yang lebih memadai.

“Sehingga pemeliharaan rutin dapat dilakukan tanpa mengganggu pelayanan listrik kepada pelanggan,” tandasnya.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026