WARTAKEPRI.co.id – Cesc Fabregas mengaku sangat bangga setelah membawa Como meraih kemenangan pada pertandingan Liga Champions UEFA pertamanya sebagai pelatih.
Menjamu RB Leipzig di Giuseppe Sinigaglia, Como tampil luar biasa dan meraih kemenangan telak 4–1 pada laga debut mereka di Liga Champions, Jumat 11 September 2026
Fabregas menyebut kemenangan tersebut sebagai sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Ia mengingat perjalanan Como yang beberapa musim lalu masih bermain di Serie B, sebelum akhirnya mampu tampil di salah satu kompetisi terbesar sepak bola Eropa.
“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya dan para pemain saya. Beberapa musim lalu kami bermain di Serie B, tetapi malam ini kami bersaing di salah satu turnamen terhebat dalam sepak bola dan menang melawan lawan kami,” kata Fabregas.
Pelatih asal Spanyol itu memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang dinilai mampu menjalankan rencana permainan dengan baik.
Fabregas secara khusus memuji penampilan Ramon, Trevor Chalobah, Valle dan Couto yang disebutnya tampil solid di lini pertahanan.
“Saya bangga kepada para pemain saya. Mereka melaksanakan rencana permainan kami dengan baik. Ramon, Trevor Chalobah, Valle, dan Couto sangat solid bagi kami,” ujarnya.
Meski demikian, Fabregas menyayangkan timnya harus kebobolan. Menurutnya, para pemain belakang Como sebelumnya memiliki keinginan untuk mengakhiri pertandingan tanpa kebobolan.
“Sayang sekali kami kebobolan karena mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka ingin menjaga clean sheet,” lanjutnya.
Di lini tengah, Fabregas juga menilai Milla dan Da Cunha telah memberikan kontribusi maksimal meski sempat mengalami kesulitan sepanjang pertandingan.
“Milla dan Da Cunha memberikan yang terbaik. Mereka juga sedikit kesulitan, tetapi tetap bermain bagus untuk kami,” kata Fabregas.
Puji Nico Paz
Fabregas juga memberikan sorotan khusus kepada Nico Paz. Menurutnya, pemain muda tersebut memiliki kualitas luar biasa dan termasuk salah satu talenta muda terbaik di dunia.
“Nico Paz adalah salah satu pemain muda terbaik di dunia. Kualitasnya membuat menyerang lawan menjadi cukup mudah bagi tim,” tutur Fabregas.
Ia bahkan menyebut gaya permainan Paz mengingatkannya pada dirinya sendiri ketika masih menjadi pemain muda.
“Dia mengingatkan saya pada diri saya sendiri saat masih pemain muda dan saya sangat senang memilikinya di tim,” ucapnya.
Produktivitas Como menjadi salah satu kunci kemenangan. Fabregas menyebut lini serang timnya tampil luar biasa dan efektif. Gol-gol dari Baturina, Douvikas, Perrone dan Diao akhirnya memastikan Como membawa pulang kemenangan.

Belajar dari Pelatih Besar
Fabregas juga tidak melupakan pengalaman selama menjadi pemain di bawah sejumlah pelatih top dunia. Ia pernah bekerja dengan Arsene Wenger, Jose Mourinho, Antonio Conte, Pep Guardiola dan Vicente del Bosque.
Menurut Fabregas, pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih.
“Saya sangat senang telah bermain di bawah Arsene Wenger, Jose Mourinho, Antonio Conte, Pep Guardiola dan Del Bosque. Belajar dari mereka benar-benar banyak membantu dalam perjalanan saya sebagai pelatih dan saya akan selamanya bersyukur kepada mereka,” katanya.
Kemenangan tersebut menjadi momentum penting bagi Fabregas dan Como dalam perjalanan mereka di pentas Eropa. Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan perkembangan pesat Como setelah sebelumnya masih berkompetisi di Serie B. (*)
Editor Dedy Suwadha





























