LIGA CHAMPIONS, LIVERPOOL – Liverpool mengawali kiprah di Liga Champions 2026-2027 dengan kemenangan dramatis. The Reds bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Atlético Madrid 2-1 di Anfield.
Pertandingan yang berlangsung pada Rabu malam, 9 September 2026 waktu Inggris, tersebut menjadi kemenangan penting bagi Liverpool pada laga perdana fase liga. Di Indonesia, pertandingan berlangsung hingga Kamis dini hari WIB.
Atlético Madrid lebih dulu mencetak gol melalui Marcos Llorente pada menit ke-17. Memanfaatkan umpan Julián Álvarez, Llorente berhasil menaklukkan Alisson dan membawa tim tamu unggul 1-0.
Liverpool kemudian meningkatkan tekanan. Dominik Szoboszlai menyamakan kedudukan pada menit ke-40 setelah memanfaatkan rangkaian serangan yang melibatkan Ronald Araújo. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Liverpool langsung memberikan tekanan. Hanya lima menit setelah jeda, Alexis Mac Allister membawa tuan rumah berbalik unggul 2-1 melalui tembakan keras kaki kiri dari sekitar 20 meter.
Atlético berusaha mengejar melalui sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Ademola Lookman dan Jonathan David. Namun, pertahanan Liverpool mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
| Menit | Tim | Pencetak Gol | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 17′ | Atlético | Marcos Llorente | Memanfaatkan assist Julián Álvarez |
| 40′ | Liverpool | Dominik Szoboszlai | Menyamakan skor |
| 50′ | Liverpool | Alexis Mac Allister | Tembakan keras dari luar kotak penalti |
Analisis Pertandingan
1. Liverpool mampu melakukan perubahan setelah tertinggal
Liverpool sempat kesulitan menghadapi perubahan sistem Atlético. Diego Simeone menggunakan formasi 3-5-2, yang membuat Liverpool kehilangan kontrol pada awal pertandingan.
Pelatih Liverpool Andoni Iraola mengakui timnya sempat terkejut dengan pendekatan Atlético. Setelah melakukan penyesuaian, Liverpool tampil lebih dominan dan menjadi tim yang lebih baik pada babak kedua.
2. Szoboszlai dan Mac Allister menjadi pembeda
Dua gelandang Liverpool menjadi pahlawan kemenangan.
Szoboszlai mencetak gol penyama kedudukan yang mengubah momentum pertandingan. Sementara Mac Allister mencetak gol kemenangan melalui penyelesaian spektakuler.
Keduanya menjadi pusat permainan Liverpool dan mampu memberikan ancaman dari lini kedua.
3. Florian Wirtz memainkan peran penting
Meski tidak mencetak gol, Florian Wirtz memberikan kreativitas penting dalam serangan Liverpool. Pergerakannya membantu membuka ruang bagi Szoboszlai, Mac Allister dan para penyerang.
Alexander Isak juga tampil aktif dalam menekan pertahanan Atlético, sementara Bradley Barcola yang menjalani debut sebagai starter memberikan kecepatan dari sisi serangan.
4. Atlético kehilangan momentum setelah unggul
Atlético sebenarnya memiliki awal pertandingan yang sangat baik. Gol Llorente membuat mereka mampu mengontrol permainan untuk beberapa waktu.
Namun, setelah Liverpool menyamakan kedudukan, pertahanan Atlético mulai lebih banyak ditekan. Jan Oblak melakukan sejumlah penyelamatan penting, tetapi akhirnya tidak mampu membendung tembakan Mac Allister.
Alexis Mac Allister layak dinobatkan sebagai Player of the Match.
Gelandang asal Argentina tersebut bukan hanya mencetak gol kemenangan, tetapi juga memberikan keseimbangan di lini tengah Liverpool.
Golnya pada menit ke-50 menjadi momen penentu pertandingan. Mac Allister menerima bola hasil rangkaian serangan Liverpool sebelum melepaskan tembakan keras kaki kiri dari luar kotak penalti yang tidak mampu dihentikan Oblak.
Susunan Pemain
Liverpool:
Alisson; Ronald Araújo, Virgil van Dijk, dan Milos Kerkez; Jeremie Frimpong, Dominik Szoboszlai, Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister, Rio Ngumoha; Florian Wirtz, Alexander Isak. Bradley Barcola juga menjadi starter dalam debut penuhnya bersama Liverpool.
Atlético Madrid:
Jan Oblak; Cuti Romero dan para pemain dalam skema tiga bek; Marcos Llorente, Koke, Lee Kang-in serta Julián Álvarez menjadi bagian penting dari starting XI Diego Simeone. Atlético kemudian memasukkan Ademola Lookman dan Jonathan David untuk mengejar gol penyama.
Statistik Kunci
| Aspek | Liverpool | Atlético Madrid |
|---|---|---|
| Skor | 2 | 1 |
| Gol | Szoboszlai, Mac Allister | Llorente |
| Hasil | Menang | Kalah |
| Momentum | Meningkat setelah tertinggal | Menurun setelah unggul |
Kemenangan 2-1 atas Atlético Madrid menjadi modal berharga bagi Liverpool di awal Liga Champions 2026-2027.
Yang paling menarik bukan hanya hasil akhirnya, tetapi kemampuan Liverpool melakukan comeback untuk ketiga kalinya musim ini. Iraola juga mendapatkan kemenangan pertamanya sebagai pelatih Liverpool di Liga Champions.
Sementara bagi Atlético Madrid, kekalahan di Anfield menjadi peringatan bahwa mereka harus lebih konsisten mempertahankan keunggulan. Llorente dan Oblak tampil menonjol, tetapi permainan kolektif Atlético menurun setelah Liverpool menemukan ritmenya.
Liverpool 2-1 Atlético Madrid
⚽ 17′ Marcos Llorente
⚽ 40′ Dominik Szoboszlai
⚽ 50′ Alexis Mac Allister
Liverpool mengawali petualangan Eropa dengan tiga poin, sementara Atlético harus bangkit pada pertandingan berikutnya.































