Keluhan Pedagang Makanan di Sungai Lakam Karimun Terkait Pemberlakuan Jam Malam

150

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Dengan dikeluarkannya surat edaran Bupati Karimun nomor 300/Bakesbangpol-covid19/IV/01/2020 tertanggal 2 April 2020, dimana terdapat empat poin yang disampaikan Bupati Aunur Rafiq terkait pemberlakukan jam malam tersebut, tentunya sangat berdampak kepada para pelaku usaha kecil dan menengah di wilayah Bumi Berazam. Jam malam dimulai pukul 20.30 WIB sampai 06.00 WIB.

Bagi orang mampu dan mapan yang memiliki penghasilan tetap, mungkin tidak begitu terpengaruh dengan pemberlakuan jam malam di wilayah Kabupaten Karimun. Akan tetapi, tentunya sangat berbeda dengan nasib orang kecil, yang mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satunya pedagang di bilangan jalan Pertambangan, Sungai Lakam, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Ajo Gaulo (35).

Dimana menurutnya, kebijakan terkait penyebaran virus Corona atau COVID-19 ini memberikan dampak yang menyedihkan bagi dirinya, sebagai pedagang kecil tentunya sangat terbebani.

“Saya pedagang kecil yang menjajakan makanan dan minuman di wilayah Sungai Lakam mengaku menjadi sulit, biasanya berjualan pada pukul 17.00 WIB hingga pagi (subuh) pukul 04.00 WIB, yang hasilnya hanya bisa untuk sekedar belanja dan memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari,” ungkapnya kepada WARTAKEPRI.co.id, Minggu (5/4/2020).

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Lebuh lanjut, dirinya menyebut aktifitas pada malam hari tetap kita jalankan karena sebagian besar UKM tersebut mencari nafkah di malam hari. Sehingga dirinya meminta agar Pemerintah Daerah memberikan kebijakan terkait surat edaran tersebut.

“Kami pedagang kecil hampir seluruhnya di Kabupaten Karimun sangat sulit dengan kondisi seperti ini, sebelum di berlakukan jam malam pun masyarakat sudah tidak banyak lagi beraktifitas di luar rumah sebagaimana sebelum adanya Virus Corona ini, terlebih diberlakukannya peraturan seperti ini,” katanya.

Pria yang sudah puluhan tahun membuka usaha kuliner ini menuturkan, jadi dengan adanya peraturan tersebut sangat keberatan yang imbasnya begitu besar kepada para UKM ini, karena para pedagang mempunyai tanggungan, dan pemasukannya pun turun secara drastis.

“Omset merosot sangat tajam hingga 75 persen, biasanya kami jualan sehari-hari pendapatan mencapai Rp. 4 juta, akan tetapi dengan diberlakukannya peraturan ini merosot tajam hingga Rp. 800 ribu,” kenangnya.

Dari pemantauan WARTAKEPRI.co.id di wilayah Kabupaten Karimun, Sabtu (4/4/2020), sejumlah pedagang kecil yang menjajakan makanan dan minuman di sepanjang ruas jalan, mengaku merasakan dampak langsung atas pemberlakuan jam malam melalui maklumat bersama Forkopimda Kabupaten Karimun.(*)

Repoter : Aziz Maulana

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020 versi WartaKepri.co.id

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO