Bupati Anambas Tetapkan Status Darurat Non Bencana dan DPRD sepakat Batasi Transportasi Laut dan Udara

547

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS- Pemerintah Daerah terus lakukan pencegahan dan penanggulangan serta mengantisipasi  penyebaran Wabah Covid-19 hal tersebut terlihat dari keseriusan pemerintah melalui Permintaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Kepada PT. Pelni tentang Penundaan Sementara Jadwal Pelayaran (Kapal Penumpang) ke wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, hingga waktu yang belum ditentukan, Sabtu( 4/4/2020).

Permintaan Penundaan Sementara tersebut ditujukan langsung kepada PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) oleh pemerintah daerah kabupaten kepulauan Anambas

Saat ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas telah mengeluarkan surat permohonan dengan menetapkan status siaga darurat non alam selama 73 hari terhitung mulai tanggal 18 Maret sampai dengan 29 Mei 2020 melalui Keputusan Bupati Kepulauan Anambas Nomor 378 Tahun 2020 atas dasar dan mengikuti Keputusan Gubernur Kepulauan Riau No. 307 Tahun 2020 tentang status tanggap darurat bencana non alam wabah penyakit akibat virus Corona di Provinsi Kepri.

Abdul Haris. SH Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas telah berupaya penuh dalam mencegah potensi penularan wabah penyakit Covid-19 di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, namun dinilai belum optimal, berkenaan dengan hal tersebut, dengan ini diajukan permohonan kepada PT. Pelni untuk dapat melakukan penundaan sementara jadwal pelayaran kapal penumpang ke wilayah Anambas (Pelabuhan Letung dan Pelabuhan Tarempa, dengan rincian KM. Bukit Raya rute Kijang (Kabupaten Bintan) – Letung – Tarempa, dan rute Tarempa – Letung, kemudian KM. Sabuk Nusantara 80 rute Tarempa – Kuala Maras atau Letung – Kijang (Kabupaten Bintan), dan KM. Sabuk Nusantara 83 rute Tanjungpinang – Kuala Maras atau Letung – Tarempa.

“Penundaan sementara jadwal pelayaran kapal, hendaknya dilakukan mulai tanggal 3 April 2020 sampai Pemerintah Pusat mencabut status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Covid-19 di Indonesia” ujar Bupati Anambas.

“Penundaan sementara pelayaran kapal ini hanya berlaku untuk kapal angkut penumpang saja, sedangkan untuk kapal angkutan barang atau logistik yang berada dalam pengelolaan PT. Pelni diharapkan tetap beroperasi secara normal ke Kabupaten Kepulauan  Anambas,” ucapnya. (Rama)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel