Tanggapi Kasus Video Perundungan, Ketua P2TP2A Sebut Keluarga dan Lingkungan Sangat Menentukan

369

WARTAKEPRI.CO.ID, KARIMUN – Menanggapi beredarnya video kekerasan dan parundungan terhadap seorang anak dibawah umur, oleh tiga orang remaja perempuan di Tanjungbalai Karimun, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karimun Indrawan angkat bicara.

“Kita belum mengetahui secara pasti kejadian dan mekanismenya nanti seperti apa, besok kita akan mintai klarifikasi dari pihak Polres Karimun,” kata Indrawan kepada WARTAKEPRI.co.id, Jumat (22/5/2020).

Meskipun demikian, dirinya berharap agar masyarkat menanggapinya tidak berlebihan, serta tidak menghakiminya.

“Anak-anak melalukan perbuatannya seperti itu terdapat banyak faktor, walau bagaimanapun kita sebagai orang tua terus melakukan pembinaan,” pungkasnya.

PKP HIMALAYA

Indrawan menyebut diantaranya beberapa faktor yang mempengaruhi si anak menjadi liar seperti itu, salah satunya bagaimana kondisi keluarga dan kondisi lingkungannya.

“Intinya P2TP2A Kabupaten Karimun sendiri akan selalu berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, terlebih pada pihak korban yang mengalami tekanan psikis (kejiwaan) dan mentalnya,” papar Indrawan.

Sehingga, ungkapnya korban dapat melakukan terapi pemulihan trauma healing, dan tentunya juga selain pemulihan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

“Karena bagaimanapun juga, kesalahan memang dari mereka sendiri,” imbuhnya.

Indrawan menambahkan, kalau usia para pelaku diatas 17 tahun, maka dapat katagorikan sudah dapat diproses secara hukum.

“Terlepas dari korban yang masih dibawah umur, kalau memang ada unsur pengeroyok nantinya akan diproses secara hukum, dan kalau ancamannya dibawah tujuh tahun, maka akan dilakukan mediasi atau diversi,” jelasnya.

Reporter : Aziz Maulana

Viral, Beredar Sebuah Video Pengeroyokan Gadis di Tanjungbalai Karimun Polisi Akan Selidiki Kebenarannya

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel