Lolos dari Aparat di Kepri, 4000 Kg Pasir Timah Berhasil Diamankan Pasukan Polis Marin Malaysia

WataKepr - Pasir Timah Ilegal diamankan

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kembali DJBC Khusus Kepulauan Riau bersama dengan Pasukan Polis Marin (PPM) Wilayah 2 Pengerang Polis Diraja Malaysia, berhasil menegah penyelundupan sebanyak 80 karung, atau 4000 Kg pasir timah di perairan Pengerang Malaysia, Selasa (18/8/2020).

Penegahan tersebut sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 10 tahun 1995, sebagaimana diubah Undang-Undang nomor 17 tahun 2006, tentang Kepabeanan.

“Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memiliki tugas penegakan hukum di laut dalam lingkup pengamanan fiskal atau potensi penerimaan keuangan negara (revenue collector) serta melindungi masyarakat dari keluar atau masuknya barang-barang ilegal (community protector),” terang Kepala Kantor DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto, Selasa, (25/8/2020).

Terutama, kata Agus untuk mengatasi lesunya perekonomian Indonesia yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19, salah satuupaya DJBC yang seringkali dilakukan yaitu dengan menjalin kerja sama dan bersinergitas dengan penegak hukum di laut, baik itu antara instansi yang berada di dalam negeri maupun dengan instansi di negara lain.

“Dengan harapan kerja sama ini dapat mempersempit ruang gerak para penyelundup sehingga lebih efektif dalam mengamankan penerimaan negara,” imbuhnya.

Agus menceritakan kronologi sendiri bermula ketika pada tanggal 18 Agustus 2020 lalu, Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, melakukan pemantauan atas informasi akan adanya sebuah speed boat yang hendak melintas di sekitar perairan Karang Galang menuju Singapura dengan muatan pasir timah.

“Selanjutnya dilakukan pengejaran oleh Satgas Kapal Patroli BC 1410 terhadap speed boat tersebut, sehingga pada saat dilakukannya pengejaran, ABK speed boat membuang beberapa barang bawaan mereka dan melaju ke arah perairan Malaysia,” pungkasnya.

Selanjutnya ungkap Agus, Satgas BC 1410 tetap melakukan pengejaran (hot pursuit), sehingga Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau melakukan koordinasi dengan pihak PPM Wilayah 2 Pengerang PDRM, agar dapat memberikan bantuan pengejaran terhadap speed boat tersebut.

“Kapal Patroli RH24 PDRM ikut bergabung memberikan bantuan bersama Satgas Kapal Patroli BC 1410 untuk melakukan pengejaran,” ujar Agus.

Dan pada saat dilakukan pengejaran, ungkap Agus speed boat penyelundup mengkandaskan diri di Perairan Pengerang Malaysia, pada titik koordinat 1°20.449′ U / 104°8.041′ T. Selanjutnya Kapal Patroli RH24 PDRM berhasil mendekati dan menegah speed boat yang telah dikandaskan oleh para penyelundup tersebut, dan berhasil menangkap awak kapal yang berusaha melarikan diri.

“Lalu Satgas Kapal Patroli BC-1410 bersinergi dengan PPM Wilayah 2 Pengerang PDRM melakukan pemeriksaan atas tegahan speed boat beserta dengan muatannya,” kata Agus.

Dengan mepertimbangkan, penindakan terjadi di wilayah perairan Malaysia, maka atas barang bukti berupa speed boat dan muatan pasir timah sebanyak 4000 kg (80 karung), diperkiraan nilai RM 650.000,00 beserta dengan ABK yang ditangkap dilakukan pemeriksaan, penelitian dan pendalaman serta proses lebih lanjut oleh PPM Wilayah 2 Pengerang PDRM.

Diduga telah melanggar ketentuan dibidang Kepabeanan dan Imigrasi sesuai peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku di Malaysia.(*)

Reporter : Aziz Maulana

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG