Bareskrim Beberkan Dugaan Peran Tersangka Syahganda Nainggolan dan Group WA KAMI Medan

207
Foto Viva/Istimewa

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, membeberkan penyebab Sekretaris Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan, ditangkap oleh tim penyidik Direktorat Siber Bareskrim.

Menurut dia, modus yang dilakukan Syahganda yakni berperan mendukung para demonstran dengan menyebarkan gambar dan narasi keterangannya yang tidak sesuai dengan kejadian.

“Tersangka SN (Syahganda Nainggolan) juga sama. Dia menyampaikan ke [akun] twitter-nya, yaitu salah satunya menolak omnibus law, mendukung demonstrasi buruh, bela sungkawa demo buruh,” kata Argo di Mabes Polri pada Kamis, 15 Oktober 2020.

Contohnya, kata Argo, kejadian di Karawang, Bekasi, Jawa Barat. Menurutnya, gambar yang diposting Syahganda tidak sesuai dengan narasi dan kejadiannya. Sehingga, hal ini yang jadi barang bukti penyidik.

“Ini salah satu, ada beberapa dijadikan barbuk penyidik dalam pemeriksaan. Juga ada macam-macam, tulisan dan gambarnya berbeda,” kata Kadivhumas.

Jadi, lanjut Argo, motifnya Syahganda mendukung dan mensupport para demonstran dengan berita tidak sesuai gambarnya.

“Penyidik menyangkakan Pasal 14 Ayat (1) dan (2) dan Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 dengan ancaman 6 tahun penjara,” ungkap mantan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya itu.

Barang Bukti WhatsApp group KAMI Medan

Sedangkan untuk kasus KAMI di Medan, Argo Yuwono menjelaskan peran tersangka aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dalam kerusuhan saat aksi unjuk rasa penolakan Undang Undang Cipta Kerja.

Ia mengatakan, pelaku yang ditangkap yakni Ketua KAMI Medan Khairi Amri (KA), Juliana (JG), NZ, dan Wahyu Rasari Putri (WRP). Menurut dia, mereka ini tergabung dalam WhatsApp group KAMI Medan.

“Dari empat tersangka, KA perannya admin WA group KAMI Medan,” kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Oktober 2020.

Tersangka Khairi, kata Argo, pernyataannya mengandung unsur ujaran kebencian dan penghasutan seperti menyebut Gedung DPR RI sarang maling dan setan. Bahkan, provokasi untuk melakukan penyerangan terhadap Gedung DPRD Sumatera Utara.

“Yang disampaikan dimasukkan ke WA group itu foto kantor DPR tulisannya kantor sarang maling dan setan. Kemudian, mengumpulkan saksi melempari DPRD, melempari polisi serta jangan takut dan jangan mundur,” ujarnya.

Maka dari itu, Argo mengatakan, percakapan dalam WA group sudah diamankan penyidik untuk dijadikan sebagai barang bukti. “Nanti kita akan perdalam kembali. Di sana banyak member-nya masih didalami,” tuturnya.(*)

Sumber : Viva.co.id

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN