Presiden Prancis Emmanuel Macron Sebut Serangan di Gereja Basilika “Serangan Teroris Islam”

1345
Penyerang ditembak oleh polisi dan dirawat di rumah sakit setelah pembunuhan di Gereja Notre Dame pada Kamis. (Tom Vannier via AP)
Harris Day Batam

WARTAKEPRI.co.id, PARIS – Pelaku penyerangan di gereja basilika di Kota Nice, Prancis telah terungkap. Pelaku adalah seorang imigran Tunisia. Dilansir AFP, Kamis (29/10/2020), pelaku penyerangan, yang ditembak polisi, diidentifikasi sebagai Brahim Aouissaoui, seorang migran Tunisia berusia 21 tahun. Menurut sumber yang dekat dengan penyelidikan, Aouissaoui tiba di Italia pada akhir September dan kemudian melakukan perjalanan ke Prancis.

Brahim Aouissaoui melakukan penyerangan di gereja basilika Notre-Dame dengan bersenjatakan pisau dan menewaskan tiga orang. Salah satu dari tiga korban tewas, seorang wanita, digorok lehernya di dalam gereja.

Korban kedua, seorang pria, ditikam hingga tewas. Korban ketiga, juga seorang wanita, dibunuh di sebuah bar di depan basilika tempat dia bersembunyi.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut serangan itu sebagai “serangan teroris Islam”.

Seperti diketahui, serangan penusukan itu terjadi di gereja Notre Dame yang bersejarah di kota Nice pada Kamis (29/10) pagi waktu setempat. Serangan itu menewaskan tiga orang dan melukai beberapa orang lainnya. Pelaku telah ditangkap polisi.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

Penyerangan tersebut terjadi kurang dari dua minggu setelah kasus pemenggalan Samuel Paty, guru sejarah di pinggiran kota Paris. Pelakunya, seorang pemuda asal Chechnya mengatakan dia ingin menghukum Paty karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam pelajaran kewarganegaraan.(detik.com)

Donald Trump Dukung Prancis, Gerakan Teroris Islam Radikal Harus Segera Dihentikan

Aksi Penusukan di Gereja Kota Nice Prancis Tewaskan Tiga Orang, Pelaku Hidup Berhasil Dilumpuhkan Polisi

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN