Jenderal Pol Listyo Sigit Resmi Kapolri ke 26, Taukah Anda Ada Kapolri Menjabat Kurang Tiga Bulan

953
Jenderal Polisi Listyo Sigit
Jenderal Polisi Listyo Sigit

WARTAKEPRI.co.id – Presiden Joko Widodo melantik Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/1/2021). Selain dilantik sebagai Kapolri, Listyo Sigit Prabowo juga dinaikkan pangkatnya dari Komisaris Jenderal Polisi menjadi Jenderal Polisi. Jenderal Listyo Sigit Prabowo merupakan Kapolri ke-26.

Pengangkatan Sigit sebagai Kapolri dituangkan dalam Keputusan Presiden (Kepres) Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dengan demikian, Jenderal Polisi Listyo Sigit resmi menjadi Kapolri menggantikan Idham Azis.

“Mengangkat Komisaris Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSI sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia,” kata Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M Tony Harjono.

Sigit merupakan Kapolri pengganti Idham Azis yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun. Lazimnya, calon Kapolri merupakan jenderal di kepolisian yang berbintang tiga atau berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen). Saat dilantik sebagai Kapolri, maka pangkatnya sekaligus dinaikkan menjadi Jenderal Polisi yang berbintang empat.

Dikutip dari Tribunnews, ternyata dari ke 26 jabatan Kapolri ini, ada satu nama Kapolri yang menjabat paling cepat. Tercatat sebagai Kapolri ke-17. Dia adalah Jenderal Polisi Chairuddin Ismail 2 Juni 2001 – 7 Agustus 2001.

Lalu siapa kapolri terlama menjabat, dia adalah Kapolri ke-1 Komisaris Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo 29 September 1945 – 14 Desember 1959 sekitar 14 Tahun.

Sedangkan, Kapolri ke-23 Jenderal Polisi Badrodin Haiti 17 April 2015 – 14 Juli 2016, posisi sempat menjadi Plt Kapolri pada 2015.

BACA JUGA Komjen Listyo Sigit Prabowo Dilantik Jadi Kapolri usai Jokowi Divaksin Covid-19

Berikut daftar Kapolri dari masa ke masa hingga sekarang:

1. Komisaris Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo 29 September 1945 – 14 Desember 1959

2. Komisaris Jenderal Polisi Soekarno Djojonegoro 14 Desember 1959 – 30 Desember 1963

3. Jenderal Polisi Soetjipto Danoekoesoemo 30 Desember 1963 – 8 Mei 1965

4. Jenderal Polisi Soetjipto Joedodihardjo 9 Mei 1965 – 15 Mei 1968

5. Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso 15 Mei 1968 – 2 Oktober 1971

6. Jenderal Polisi Mohamad Hasan 3 Oktober 1971 – 24 Juni 1974

7. Jenderal Polisi Widodo Budidarmo 26 Juni 1974 – 1978

8. Jenderal Polisi Awaluddin Djamin 26 September 1978 – 3 Desember 1982

9. Jenderal Polisi Anton Soedjarwo 4 Desember 1982 – 6 Juni 1986

10. Jenderal Polisi Mochammad Sanoesi 7 Juni 1986 – 19 Februari 1991

11. Jenderal Polisi Kunarto 20 Februari 1991 – 1993

12. Jenderal Polisi Banurusman Astrosemitro 6 April 1993 – 14 Maret 1996

13. Jenderal Polisi Dibyo Widodo 15 Maret 1996 – 28 Juni 1998

14. Jenderal Polisi Roesmanhadi 29 Juni 1998 – 3 Januari 2000

15. Jenderal Polisi Rusdihardjo 4 Januari 2000 – 22 September 2000

16. Jenderal Polisi Surojo Bimantoro 23 September 2000 – 21 Juli 2001

17. Jenderal Polisi Chairuddin Ismail 2 Juni 2001 – 7 Agustus 2001

18. Jenderal Polisi Da’i Bachtiar 29 November 2001 – 7 Juli 2005

19. Jenderal Polisi Sutanto 8 Juli 2005 – 30 September 2008

20. Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri 1 Oktober 2008 – 22 Oktober 2010

21. Jenderal Polisi Timur Pradopo 22 Oktober 2010 – 25 Oktober 2013

22. Jenderal Polisi Sutarman 25 Oktober 2013 – 16 Januari 2015

23. Jenderal Polisi Badrodin Haiti 17 April 2015 – 14 Juli 2016 (Sempat menjadi Plt Kapolri pada 2015)

24. Jenderal Polisi Tito Karnavian 14 Juli 2016 – 23 Oktober 2019

25. Jenderal Polisi Idham Aziz 1 November 2019 – 27 Januari 2021

26. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo 27 Januari 2021 – sekarang.

Jenderal Polisi (Purn.) Chairuddin Ismail

Dikutip dari laman, Wikipedia.com yang menjelaskan tentang sosok Kapolri ini. Dalam Wikipedia, profil Chairuddin Ismail dinilai belum sempura sehingga, setiap paragrafnya ada kata kata [butuh rujukan]

Jenderal Polisi (Purn.) Chairuddin Ismail (lahir 27 Desember 1947; umur 73 tahun) adalah pensiunan perwira Polri. Ia pernah menjadi Pejabat Sementara Kapolri menggantikan Jenderal Suroyo Bimantoro, dan pernah menjadi tim sukses pasangan capres Jusuf Kalla-Wiranto.

Pada masa kepemimpinan Suroyo Bimantoro terjadi polemik kekisruhan di tubuh Polri. Presiden dan para pendukungnya memang belakangan sukses membujuk parlemen agar menerima pengangkatan Bimantoro, meski dengan syarat.[butuh rujukan] Tetapi belakangan, muncul ironi baru: Presiden mengulangi kekeliruan dengan “memecat” Bimantoro dan mengangkat Chairuddin tanpa persetujuan parlemen.[butuh rujukan]

Dan situasi berbalik, Bimantoro menjadi salah satu pion DPR dalam perang politiknya melawan Presiden.[butuh rujukan] Bagaimanapun, masa bulan madu antara Bimantoro dan Presiden memang hanya sebentar. Baru satu bulan menjadi Kapolri, Bimantoro sudah berseberangan pikiran dengan Presiden.[butuh rujukan].

Mereka berbeda dalam penanganan gerakan Papua Merdeka. Presiden Abdurrahman memperbolehkan pengibaran Bintang Kejora, simbol Organisasi Papua Merdeka, sedangkan Bimantoro tegas tidak menoleransinya.[butuh rujukan] Perbedaan pendapat itulah yang menurut Kepala Badan Hubungan Masyarakat Mabes Polri menjadi awal mula kerenggangan hubungan antara Polri dan Istana.

Editor: Dedy Suwdha

Jenderal Polisi Listyo Sigit

PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel