Pertumbuhan Ekonomi RI 2020 Minus 2,07% dan Berikut 7 Sektor Tumbuh Selama 2020

797
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 minus sebesar 2,07%. Dengan ekonomi kuartal IV-2020 juga minus 2,19%. Meskipun banyak sektor usaha yang tertekan, masih banyak yang bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto menyebut, ada tujuh sektor usaha yang tumbuh positif sepanjang tahun lalu. Beberapa di antaranya bahkan tumbuh lebih tinggi daripada tahun sebelumnya.

Suhariyanto mencontohkan sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang tumbuh 11,6% lebih tinggi dibandingkan 2019 yang tumbuh 8,69%

Honda Capella

“Peningkatan ini didorong oleh perubahan perilaku selama pandemi, kesadaran kesehatan, dan meningkatnya berbagai penjualan produk yang terkati kesehatan,” katanya saat jumpa pers secara virtual, Jumat (5/2/2021).

Selain itu, faktor pendorong lain untuk sektor tersebut yaitu pencairan insentif untuk tenaga kesehatan serta kenaikan pendapatan rumah sakit, klinik, dan laboratorium kesehatan.

Ketujuh sektor tersebut mampu tumbuh positif di tengah sektor lain yang terkontraksi. Sektor transportasi dan pergudangan misalnya, minus 15,04%. Sektor konstruksi juga negatif 3,26%.

Berikut tujuh sektor usaha yang tumbuh positif sepanjang tahun lalu berdasarkan data BPS:

1. Jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh 11,60 persen, lebih tinggi dibandingkan 2019 yang sebesar 8,69 persen
2. Informasi dan komunikasi tumbuh 10,58 persen, lebih tinggi dibandingkan 2019 yang sebesar 9,42 persen
3. Pengadaan air tumbuh 4,94 persen, lebih lambat dibandingkan 2019 yang sebesar 6,83 persen
4. Jasa keuangan dan asuransi tumbuh 3,25 persen, lebih lambat dibandingkan 2019 yang sebesar 6,61 persen
5. Jasa pendidikan tumbuh 2,63 persen, lebih lambat dibandingkan 2019 yang sebesar 6,3 persen.
6. Real estat tumbuh 2,32 persen, lebih lambat dibandingkan 2019 yang sebesar 5,76 persen.
7. Pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 1,75 persen, lebih lambat dibandingkan 2019 yang sebesar 3,61 persen.

Terendah Sejak 1998, Ekonomi RI 2020 Minus 2,07 Persen

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 ambles ke level minus 2,07% akibat wabah virus corona. Angka itu tercatat paling buruk dalam 22 tahun terakhir sejak 1998. Saat itu, krisis moneter dan ekonomi Indonesia tercatat minus 13,16%.

“Sejak 1998 untuk pertama kalinya pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi; di 1998 karena adanya krisis moneter dan krisis global. Sementara, di 2020 Indonesia mengalami kontraksi karena pandemi Covid-19,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/2/2021).

Suhariyanto menambahkan, dampak pandemi Covid-19 melanda hampir ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

“Indonesia tidak sendiri karena banyak sekali negara-negara yang mengalami kontraksi di antaranya Amerika Serikat, Singapura, Hongkong, dan Uni Eropa. Kecuali bagi Vietnam dan China yang di 2020 mengalami pertumbuhan positif,” tambahnya.

Seperti sudah diproyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2020 akan mengalami kontarksi. Presiden Joko Widodo, misalnya, memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 ada di kisaran minus 2,8%. Juga Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada akhir 2020 berada pada kisaran -1,7% hingga -0,6%.(*)

Sumber : WartaEkonomi.co.id
Editor : Dedy Suwadha

FANINDO