Kasus Kekerasan Pada Anak di Batam Meningkat dan Memprihatinkan, Komisi IV DPRD Panggil Instansi Terkait

Kasus Kekerasan pada anak
Kasus Kekerasan Pada Anak di Batam Meningkat dan Memprihatinkan, Komisi IV DPRD Panggil Instansi Terkait

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Komisi IV DPRD Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dengan Kasus Pornografi dan Narkoba pada Anak di Kota Batam Rabu (10/2/2021) bertempat diruang komisi IV DPRD Batam pukul 10.00 Wib

Dalam RDP tersebut, hadir ketua komisi IV DPRD kota Batam, Ides Madri, pimpinan rapat Aman, anggota Ahmad Surya, Bobi Aleksander Siregar, H. Sahrul, Taufik Muntasir, Mohammad Mustofa. Hadir Kadis DP3AP2KB, Dirreskrimum (PPA) dan Ketua KPPAD Batam.

Saat ini Kota Batam darurat anak, hal itu dikarenakan banyaknya kasus pencabulan, pornografi anak dibawah umur, tindakan kriminal serta kekerasan terhadap anak dibawah umur.

Pimpinan rapat RDP Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman mengatakan, Batam Kota layak anak saat ini masih menjadi pertanyaan dan sebuah PR yang sangat besar bagi semua pihak. Semangat dari semua stakeholder harus ditangkap oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam, dalam hal ini adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Peran ini harus betul-betul dimainkan, karena anak itu adalah generasi penerus kita dan calon pemimpin dimasa akan datang. Kita hari ini sepakat bahwa Batam darurat anak,” ucap politisi PKB Kota Batam itu.

Menurut Aman, untuk solusinya semua stakeholder dan terutama Pemko Batam dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak harus bisa mengatasinya.

“Anak itu menjadi penyejuk hati dan jiwa, anak juga bisa menjadi ujian bagi orang tua. Oleh karena itu orang tua juga harus betul-betul memperhatikan anaknya agar selamat dunia dan akhirat,” tuturnya.

BACA JUGA Kasus Seksual Meningkat, Perkumpulan Muballigh Kepri Himbau Orang Tua Untuk Awasi Anaknya

Sementara itu, Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha mengatakan, permasalahan anak yang terjadi di Batam saat ini sangat memprihatinkan, sebab anak-anak di Batam saat ini sudah sedemikian jauh pola pemikirannya dan tindakannya.

Dari data yang dimilikinya, kekerasan terhadap anak dibawah umur bukan hanya banyak terjadi di Kota Batam, numun Kepri cukup banyak terjadinya. Baik itu korban pencabulan, pemerkosaan dan tindak pidana lainnya.

“Anak-anak yang berhadapan dengan hukum cukup banyak terjadi, seperti yang kita tangani baru-baru ini adalah pornografi terhadap anak,” ucap Dhani.

Dijelaskan Dhani, selama 2020 lalu kasus terhadap anak di Kota Batam meningkat drastis, yakni kasus yang ditangani oleh Ditreskrimum Polda Kepri ada ratusan kasus, bahkan korbannya juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kasus yang mendominasi adalah kasus pencabulan dan persetubuhan anak. Kalau kasus pencurian itu relatif karena mereka sebagai pelakunya. Jadi kasus yang paling banyak itu adalah pencabulan dan persetubuhan,” ungkapnya.(*)

Kiriman Taufik Chaniago

DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMKO BATAM FANINDO Combo Sakti Telkomsel