WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Event Batam Pandemic Race Championship 2021 memperebutkan kejuaraan yang diselenggarakan oleh H.Willy Otra Bismar yang berlangsung selama 3 hari pada 26-28 Februari 2021 di Grand Mall Batam.
Penyelenggara event Batam Pandemic Race Championship 2021 H.Willy Otra Bismar menjelaskan bahwa simulator race ini pertama kalinya diadakan oleh IMI se Indonesia. Kegiatan tersebut bisa menjadi percontohan untuk IMI yang ada di Provinsi lainnya.
“Kompetisi itu diselenggarakan untuk memberikan atau melepas rindu para pembalap yang selama ini kehausan balap dan menginjak gas karena pandemi Covid-19,”katanya Sabtu (27/2/2021) Siang.
Adapun pada kompetisi ini ada dua kelas pertandingan yang kita adakan. Yakni, kelas time attack dan kelas racing yang mana dibuka langsung oleh ketua IMI Kepri Usep RS.
“Alhamdulillah kegiatan event ini bisa hadir langsung ke lokasi pertandingan yakni ketua IMI Kepri,” ucap Willy.
Dikatakan Willy, pada Minggu 28 Februari 2021, sebanyak 3 orang atlet simulator mewakili Provinsi Kepri akan ikut berlomba diajang Kejurnas se-Indonesia, yakni di lokasi Batam Pandemic Race Championship 2021 itu secara online.
“Acara Batam Pandemic Race Championship 2021 ini total hadiah Rp15 juta untuk dua kelas. Kita mencari juara 1 hingga juara 5. Semoga kompetisi ini berjalan dengan lancar dan terkendali sesuai yang kita harapkan,” ujarnya.
BACA JUGA Penasaran Seperti Apa Drone Race, Saksikan 3-7 November di Sail To Bintan 2018
Dijelaskannya, game yang diperlombakan itu bukan seperti gamenya anak-anak, namun itu adalah prestasi. Main game simulator racing itu sama halnya dengan balap benaran dan memakai mobil secara nyata.
“Bedanya saat kita menabrak disini kita tidak mati, kalau balap benaran jika menabrak bisa mati. Main simulator ini jika kita menabrak kita juga melakukan konsultasi dengan mekanik online untuk memperbaiki mobil-mobil yang rusak,” tutur sekretaris IMI Kepri itu.
Sementara itu, ketua IMI Provinsi Kepri, Usep RS mengatakan bahwa dia mengapresiasi atas terselenggaranya perlombaan tersebut, sebab E-sport telah diakui sebagai salah satu cabang olahraga oleh KONI.
“Sekali lagi, terima kasih kepada penggagas, kedepannya IMI Kepri akan terus mendukung kegiatan seperti ini. Kita harapkan semua pihak bisa berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini,” tutupnya(*)
Kiriman Taufik Chaniago























