BNNP Kepri Musnahkan BB Narkotika Jenis Sabu Seberat 19,68 Kg dari 8 Tersangka

193
BNNP Kepri Musnahkan Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu
BNNP Kepri Musnahkan Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) melakukan pemusnahan barang bukti Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto 19.618,82 (sembilan belas ribu enam ratus delapan belas koma delapan puluh dua) gram dari 4 (empat) Laporan Kasus Narkotika dengan jumlah 8 (delapan) orang tersangka peredaran gelap Narkoba jaringan sindikat Narkotika yang terjadi di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala BNNP Kepulauan Riau, Brigjen Pol Henry Parlinggoman Simanjuntak, menyampaikan bahwa dari laporan kasus Narkotika, BNNP Pada hari Sabtu tanggal 10 April 2021 sekitar pukul 12.00 WIB petugas petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau mendapat informasi dari masyarakat bahwa di daerah Ruli Seraya Bawah akan ada transaksi Narkotika golongan I jenis Sabu.

“Selanjutnya petugas BNNP Kepri berangkat menuju lokasi tersebut, sekiranya pukul 13.00 WIB petugas mengamankan 2 (dua) orang laki-laki didalam sebuah rumah RT.05 RW.01 dan langsung melakukan penggeledahan terhadap rumah beserta 2 (dua) orang laki-laki tersebut dan menemukan 1 (satu) bungkus plastik bening yang berisikan narkotika golongan I jenis Sabu dengan berat bruto 100 (seratus) gram milik tersangka berinisial H (52 Thn) WNI. Kemudian petugas BNNP Kepri melakukan introgasi kepada saudara berinisial Z (39 Thn) WNI yang mengakui bahwa dia masih menyimpan 1 (satu) bungkus plastik bening berisi Narkotika golongan I jenis Sabu di kos-kosan yang berada di perumahan Happy Garden,”ucap Henry Simanjuntak, dalam keterangan rilis pemusnahan, Kamis (20/5/2021) di BNNP Kepri.

Masih kata Henry, petugas menuju lokasi rumah tersangka Z dan menemukan 1 (satu) bungkus plastik bening berisi Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 5 (lima) gram yang disembunyikan didalam bungkus rokok. Kemudian dilakukan pengecekan urine didapati hasil kedua tersangka positif methamphetamine.

“Atas kejadian tersebut diatas, kedua tersangka beserta barang bukti dibawa oleh petugas BNNP kantor BNNP Kepri guna dilakukan proses penyidikan.Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 88 (delapan puluh delapan) gram dan sebanyak 17 (tujuh belas) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan,”kata Henry.

Atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan pasal pasal pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Lalu lanjutnya, laporan kasus narkotika pada hari Selasa tgl 13 April 2021, sekira pukul 02.00 WIB, di depan perairan Tanjung Uban Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau, petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau berhasil mengamankan seorang laki-laki dengan inisial LE (26 Thn) WNI karena didapati membawa 1 (satu) buah kantong plastik warna hijau yang didalamnya terdapat 2 (dua) bungkus plastik teh Cina merk Guanyinwang yang dibalut lakban warna biru yang dibungkus kantorng plastik warna putih merk Indomaret yang diduga berisi Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 2.168 (dua ribu seratus enam puluh delapan) gram yang dikuasai oleh tersangka.

“Kemudian dilakukan pengembangan dan sekira pukul 03.10 WIB petugas berhasil mengamankan seorang laki-laki dengan inisial IR (25 Thn) WNI di Pelabuhan Tanjung Riau. Setelah itu kedua tersangka beserta barang bukti dibawa oleh petugas BNNP kantor BNNP Kepri guna dilakukan proses penyidikan,”ujarnya.

Selain itu, dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 2.102,16 (dua ribu seratus dua koma enam belas) gram dan sebanyak 65,84 (enam puluh lima koma delapan puluh empat) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

“Atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan pasal pasal pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup,”terangnya.

Ia juga mengungkapkan, untuk laporan kasus Narkotika selanjutnya, BNNP Kepri juga berhasil mengamankan pada hari Sabtu tgl 17 April 2021, sekira pukul 01.50 WIB, di depan pelantar Pelabuhan Tanjung Riau Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau berhasil mengamankan 1 (satu) buah jerigen warna putih yang didalamnya terdapat 7 (tujuh) bungkus plastik teh Cina merk Guanyinwang yang berisi Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 3.690 (tiga ribu enam ratus sembilan puluh) gram dari seorang laki-laki dengan inisial AR (22 Thn) WNI.

“Namun ketika akan ditangkap oleh petugas dari BNNP Kepri tersangka melakukan perlawanan dengan mencoba menabrak petugas dengan menggunakan sepeda motor merek Yamaha Mio warna putih dengan Nopol Bp 5025 FH dan berhasil melarikan diri. Kemudian barang bukti yang semula diletakkan oleh tersangka di motornya terjatuh dan diamanakan oleh petugas BNNP Kepri,”ungkapnya.

Kasus selanjutnya yakni pada hari Sabtu, 01 Mei 2021 pukul 20.30 WIB petugas BNNP Kepri melakukan pengembangan kasus dan berhasil mengamankan tersangka AR yang sedang berada di rumahnya yang beralamat di Kampung Bukit RT.02 RW. 06 Tanjung Riau Kota Batam Provinsi Kepri.

“Atas kejadian tersebut diatas, tersangka dan barang bukti dibawa oleh petugas BNNP kantor BNNP Kepri guna dilakukan proses penyidikan. Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 3.550,43 (tiga ribu lima ratus lima puluh koma empat puluh tiga) gram dan sebanyak 139,57 (seratus tiga puluh sembilan koma lima puluh tujuh) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan,”sebutnya.

Atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan pasal pasal pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Kasus narkotika selanjutnya, BNNP Pada Hari Jumat tanggal 30 April 2021 sekira pukul 22.15 Wib Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau mendapat informasi bahwa adanya peredaran gelap Narkotika Golongan I jenis Sabu di depan Perairan Tanjung Uban Kabupaten Bintan, kemudian petugas BNNP Kepri melakukan penyelidikan terhadap Info yang didapat dan melakukan penyisiran di daerah tersebut dan mendapati sebuah speeboat yg datang dari arah OPL Malaysia.

“Kemudian petugas mengejar speedboat tersebut setelah didapati 3 (tiga) orang laki-laki dan petugas melakukan penggeledahan terhadap isi kapal dan ditemukan 2 (dua) buah tas yg diduga berisi Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 14.326 (empat belas ribu tiga ratus dua puluh enam) gram, lalu petugas memindahkan tersangka dan barang bukti ke kapal pada saat petugas memindahkan 1 (satu) orang tersangka dengan inisial RO (41 Thn) WNI ke kapal milik petugas ianya melakukan perlawanan sehingga 2 (dua) orang tersangka yang berada didalam speedboat tersebut melarikan diri dengan cara menggunakan speedboat yang mereka gunakan setelah itu petugas langsung mengejar 2 (dua) orang Tersangka tersebut, setelah 30 menit mengejar petugas melihat 2 (dua) orang Tersangka memasuki perairan laut Malaysia sehingga petugas kehilangan keduanya.

Kemudian petugas melakukan pengembangan pada hari Sabtu 01 Mei 2021 pukul 15.50 WIB yang rencananya Sabu tersebut akan diambil dan disimpan di Batam. Petugas BNNP Kepri melakukan penangkapan di salah satu kamar hotel didaerah Sagulung dan berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial AD (26 Thn) WNI sebagai penerima barang di Batam. Pada pukul 16.05 WIB petugas BNNP Kepri mengamankan seorang laki-laki lagi di Perumahan Taman Batu Aji berinisal DA (41 Thn) WNI yang diketahui sebagai orang gudang yang didapati barang bukti Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 8,88 (delapan koma delapan puluh delapan) gram.

Atas kejadian tersebut diatas, tersangka beserta barang bukti dibawa oleh petugas BNNP kantor BNNP Kepri guna dilakukan proses penyidikan.

Dari barang bukti Narkotika jenis Sabu yang disita dari tersangka, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 13.878,23 (tiga belas ribu delapan ratus tujuh puluh delapan koma dua puluh tiga) gram dan sebanyak 456,64 (empat ratus lima puluh enam koma enam puluh empat) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

Atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan pasal pasal pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup. (*)

Pengirim: Taufik Chaniago

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel