Mahasiswa Prihatin Terjadinya Peningkatan Kasus Covid-19 di Kepri

706
Rahmat Hadi Subakti salah satu Mahasiswa di Perguruan Tinggi Universitas Maritim Raja Ali Haji
Rahmat Hadi Subakti salah satu Mahasiswa di Perguruan Tinggi Universitas Maritim Raja Ali Haji

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Rahmat Hadi Subakti salah satu Mahasiswa di Perguruan Tinggi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) prihatin terhadap tingginya kasus Covid-19 di Indonesia terutama Kepri, rasa prihatin disampaikannya Wartakepri.co.id, pada tanggal, Rabu (26/5/2021).

Penyakit corona virus 2019 atau  Corona Virus Disease-19 (COVID-19) adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh jenis virus corona, nama lain dari penyakit ini adalah Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-COV2).

Kasus COVID-19 pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, pada Desember 2019, dalam beberapa bulan saja, penyebaran penyakit ini telah menyebar ke berbagai negara, baik di Asia, Amerika, Eropa, dan Timur Tengah serta Afrika, pada tanggal 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mendeklarasikan penyebaran COVID-19 dikategorikan sebagai pandemi.

Menyebarnya wabah COVID-19 ini hingga ke wilayah Indonesia, termasuk Provinsi KEPRI, tentu sangat mengkhawatirkan semua pihak, seperti dapat dicermati dari pengalaman beberapa negara serta wilayah lain, penangangan COVID-19 tidak mungkin dapat dilakukan oleh Pemerintah semata, dibutuhkan keterlibatan terpadu dari semua pihak, termasuk pemerintah, pihak swasta dan dunia usaha, perguruan tinggi (PT), serta masyarakat.

Pemerintah sedang gencar melakukan segala upaya untuk mengurangi penyebaran Virus Covid 19 termasuk proses vaksinasi program ini mulai diberlakukan sejak 13 Januari 2021, kala itu, Presiden Jokowi menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin, pada tahap pertama, vaksinasi dilakukan terhadap tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat di seluruh Indonesia. Untuk dapat membentuk kekebalan imunitas atau herd immunity, vaksinasi ditargetkan menjangkau 70 persen penduduk Indonesia atau 182 juta jiwa.

Dengan angka tersebut, menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa setidaknya butuh waktu 3,5 tahun untuk menyelesaikan, namun Pemerintah diharapkan bisa dengan cepat meyelesaikan vaksinasi di seluruh Indonesia untuk menekan jumlah kasus covid 19. Khususnya di daerah KEPRI karena semakin tingginya angka kasus covid 19.

Tetapi tidak menutup kemungkinan masyarakat yang sudah di vaksin masih bisa terkena Covid 19, jadi walau sudah di Vaksin pemerintah berharap masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan yang di berlakukan oleh pemerintah. Walau sudah mendapatkan vaksinasi jadi masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan sampai wabah ini benar-benar hilang.

Pemerintah daerah baik di berbagai tingkatan harus benar benar bisa memutus mata rantai penyebaran. Dengan sistem pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat seperti surat diterbitkan oleh Gubernur beberapa waktu lalu harus didukung dan benar benar diterapkan. (Rama)

# Mahasiswa

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA