Pancaroba, BMKG Sebut Potensi Puting Beliung dan Waterspout di Perairan Karimun

23
Warga mengabadikan fenomena waterspout dari Pelabuhan Sri Tanjung Gelam (KPK) Tanjungbalai Karimun Kepulauan Riau, pada Sabtu siang (5/6/2021). (Foto: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Abdullah (RHA) Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau meminta agar masyarakat selalu mewaspadai terhadap cuaca ekstrem memasuki masa pancaroba, yaitu peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Seperti yang terjadi fenomena waterspout yang melanda wilayah perairan Karimun, pada Sabtu (5/6/2021), sekitar pukul 13.45 WIB.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Abdullah (RHA) Tanjungbalai Karimun, Ilham Syarief Putra memaparkan bahwa, fenomena waterspout yang melanda wilayah perairan Karimun masih skala rendah dan menengah.

“Kendati demikian masyarakat diharapkan agar selalu tetap waspada, terutama para pengguna jasa laut dan nelayan,” terang Ilham Syarief Putra.

Meskipun durasi waktunya cukup lama, Ilham menyebut karena adanya putaran angin dan pertumbuhan awan-awan kumulonimbus yang pekat, serta pergerakan dan putaran angin dari arah yang berlawanan.

“Dengan kecepatan yang cukup tinggi, sehingga menyebabkan adanya fenomena waterspout ini,” ungkap Ilham.

Kepala BMKG juga menganjurkan kepada masyarakat terutama para nelayan dan juga pengguna jasa kelautan, agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Sekiranya dapat menjauhi dari waterspout atau angin puting beliung dalam bentuk kolumnar yang kuat dan berada diatas permukaan air ini, karena dampaknya dapat merusak apa yang di lewatinya, sehingga dapat terhindar dari kecelakaan,” paparnya.

Aman

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM