Imigrasi Batam Sosialisasi Aplikasi APAO ke Pelaku Usaha Penginapan dan Hotel

137

WARTAKEPRI.co.id, BATAM-Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam melaksanakan sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) berbasis QR Code yang diselenggarakan selama dua hari mulai 10 hingga 11 Juni 2021 bertempat di Aula Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Batam, Tessa Harumdila, mengatakan kegiatan sosialiasi tersebut, pihaknya menghadirkan pelaku usaha penginapan dimana kita ketahui bersama warga negara asing tujuannya tidak lain menginap.

BACA JUGA:> Keberhasilan Program BBK Murah, PT Qspac Los Angeles Buka Pabrik di Batam dan Serap 1.500 Pekerja

“Makanya dilakukan sosialisasi kepada pelaku usaha pengianapan dan restaurant di Batam agar jika ada tamu dari luar orang asing untuk melaporkan ke Imigrasi setempat,”katanya Jumat (11/6/2021) Pagi.

Ditambahkan Tessa, banyak kemudahan yang dilakukan jika menggunakan aplikasi APAO ini, sebab dengan waktu yang singkat hanya 5 menit saja aplikasi tersebut bisa selesai.

“Kita luncurkan aplikasi ini untuk memudahkan pendaftaran tidak perlu lagi datang ke kantor cukup buka dengan handphone sesuai dengan petunjuk tampilan layar setelah scan QR Code,”ucap Tessa.

Seperti diketahui, lanjut Tessa kewajiban dan sanksi pelaporan orang asing dalam UU no 6 tahun 2011 tentang keimigrasian pasal 72 bahwa, pejabat Imigrasi yang bertugas dapat meminta keterangan dari setiap orang yang memberi kesempatan menginap kepada orang asing mengenai data orang asing yang bersangkutan.

“Pemilik atau pengurus tempat penginapan wajib memberikan data mengenai orang asing yang menginap di tempat penginapannya jika diminta oleh pejabat Imigrasi yang bertugas,”ungkapnya.

Sedangkan pasal 117, menyatakan bahwa pemilik atau pengurus tempat penginapan yang tidak memberikan keterangan atau tidak memberikan data orang asing yang menginap di rumah atau tempat penginapannya setelah diminta oleh pejabat Imigrasi yang bertugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 72 ayat 2 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau pidana denda paling banyak Rp 25 juta.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Intel Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Perseus Omega Romsaur menjelaskan pentingnya tata cara mendaftarkan jika orang asing masuk ke Batam yakni dengan aplikasi APOA, WNA bisa mengunduh di Play Store.

“Jadi, intinya bagaimana cara menggunakan aplikasi APOA Berbasis QR Code Versi 2 yang dapat diakses melalui Handphone android milik sendiri, sangat mudah,”jelasnya.

Disebutkannya, bagi penginapan yang mungkin baru pertama kali menggunakan aplikasi ini tentu harus melakukan pendaftaran melalui website apoa.imigrasi.go.id.

“Setelah melaksanakan pengimputan data-data yang diperlukan, setelah mendapatkan pasword, untuk penggunaan aplikasi tersebut baru dapat melanjutkan dengan mengunduh atau memasang aplikasi melalui play strore,”sebutnya.

Perlu diketahui, melakukan registrasi dengan akun yang sudah didaftarkan sebelumnya melalui website dan langsung dapat mengoperasikan melalui via selular.

Ia menuturkan, hingga kini di Kota Batam sendiri kewajiban untuk melaporkan orang asing itu sebenarnya sudah mencapai 60%. Artinya ini sudah cukup baik, namun memang kewajiban orang asing yang datang untuk melapor masih banyak belum disadari oleh para pengusaha, terutama bagi pengusaha yang baru menepati profesi tersebut dan tidak mengetahui secara jelas peraturan bahwa ada kewajiban untuk melapor secara khusus orang asing kepada kantor Imigrasi setempat.

“Tentu ini akan menjadi tugas kita semua agar setiap pemilik usaha tempat penginapan wajib mendaftarkan orang asing melalui aplikasi yang telah disiapkan tersebut,”tuturnya.

Ia mengungkapkan, bahwa banyaknya tempat usaha penginapan menjadi tantangan tersendiri bagi kantor Imigrasi Batam dalam melaksanakan pemantauan dan juga pengawasan terhadap orang asing. (*)

Pengirim :Taufik Chaniago

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel