Home Karimun KAL Pelawan Temukan Tug Boat Berbendera Malaysia, Kapten Melarikan Diri

KAL Pelawan Temukan Tug Boat Berbendera Malaysia, Kapten Melarikan Diri

Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Puji Basuki saat menggelar konferensi pers di dermaga Mako Lanal Tanjungbalai Karimun, Senin (21/6/2021). (Foto : Aman)
Banner DPRD Batam 2026

WhasApp

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Saat menggelar patroli rutin diwilayah perairan Karimun, Kapal Angkatan Laut (KAL), milik Lanal Tanjungbalai Karimun menemukan satu unit kapal Tug Boat, TB Meisun T31, Minggu (20/6/2021).

Kapal Tug Boat tersebut memasuki wilayah perairan Leho, Tanjungbalai Karimun Kepulauan Riau tanpa izin, dan ditinggalkan begitu saja mengapung oleh Kapten kapal.

Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Puji Basuki menjelaskan bahwa, penemuan kapal Tug Boat saat mengapung di wilayah perairan Karimun, dan hanya ditemukan dua ABK kapal.

“Kedua ABK kapal asal Malaysia ini tidak mempunyai kecakapan untuk membawa kapal Tug Boat tersebut,” terang Puji, Senin (21/6/2021) saat menggelar konferensi pers di pangkalan Mako Lanal Tanjungbalai Karimun.

Saat dilakukan pengecekan terhadap Tug Boat TB Meisun T31, kata Danlanal seluruh dokumen lengkap, dan Kapten kapal beserta Kepala Kamar Mesin (KKM), Mualim dan juga Nahkoda, kabur meninggalkan dua ABK tersebut.

“Jadi Kapten, Mualim dan Nahkoda kabur, dengan total keseluruhan terdapat lima orang,” kata Puji.

Puji menambahkan, penemuan kapal Tug Boat tersebut dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak Indonesian Liaison Officer (ILO) TNI, yang ada di Penang Malaysia.

“Isi kapal kosong, hanya kapal beserta dua ABK saja yang terdapat pada kapal Tug Boat tersebut, dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak ILO Malaysia,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu ABK kapal yang ditemukan, Muhammad Arsyad (35) mengatakan, tujuan dari kapal Tug Boat ini dari Malaka dengan tujuan Pahat.

“Akan tetapi, dalam perjalanan ketika kami berdua sedang istirahat, dan setelah terbangun untuk kembali bekerja, ternyata sudah tidak ada orang, dan kapal sudah terapung-apung,” ungkap Arsyad.

Jadi Arsyad sendiri mengambil keputusan untuk segera menurunkan jangkar. Dan tidak berselang lama kemudian, datang Kapal Angkatan Laut (KAL) ini.

“Karena kalau saya balik, kalau terjadi apa-apa di tengah laut, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, akhirnya saya menurunkan labuh jangkar” paparnya.

Aman

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026