Paska Pembubaran Muswil BKMT Kepri, Ini Tanggapan Penyuluh Agama Kemenag Kepri

1287

FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Paska adanya kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) II oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang sebelumnya direncanakan dilaksanakan di Aula Wan Seri Beni Dompak dan pada akhirnya dibubarkan oleh Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kepri, Kamis (8/7/2021). Lalu.

Hal tersebut mendapat tanggapan langsung oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional Kementerian Agama Kepri, H. Maryono, S.Ag Jumat (9/7/2021) saat ditemui di Batam Centre. Menurutnya, pihaknya tidak ada yang menyalahi baik dari mana pun, namun menjadi catatan bersama perlu dikaji ulang untuk berikutnya. Memang pada masa pandemi Covid-19 ini, apalagi sejumlah daerah di Kepri sudah menerapkan PPKM mikro kenapa dipaksakan.

BACA JUGA: Tindaklanjuti Instruksi Mendagri, Gubernur Kepri Keluarkan Edaran Sholat Idul Adha 4 Wilayah

“Artinya apa pun bentuk kegiatan yang dilaksanakan itu, tidak ada yang diperbolehkan oleh tim satuan gugus tugas Covid-19, sebab jika secara terus menerus dibiarkan kegiatan yang menimbulkan keramaian maka rawan akan penularan,”ujar Maryono Kepada Wartakepri.co.id.

Ia menjelaskan, sebagai upaya tentu seluruh panitia harus memahami dulu, sehingga terkesan ada pihak pihak yang tidak ingin kalah atau ingin maksakan menang, maka dalam masa Covid-19 seolah dipaksakan.

“Karena dalam anggaran dasar anggaran rumah tangga (AD/ART), kalau pemilihan wilayah yakni ketua provinsi itu suara wilayah tiga kabupaten dua, kecamatan satu jika dihitung total suara berarti 91, tetapi kemarin dengan alasan Covid-19 hanya bisa tiga orang,”jelasnya.

Dikatakan Maryono, mungkin betul alasan ngumpulnya tetapi kalau cerita hak suara apapun tidak bisa dimentahkan kecuali dalam AD/RT berbunyi bahwa yang saya sebutkan tadi itu dibawah ada penulisannya kecuali dalam keadaan darurat, maka bisa ditentukan oleh pengurus pusat atau keadaan tertentu.

“Sama dengan ADRT partai memang yang menentukan bawah tapi ada klausul klausul daerah tertentu yang ditentukan pusat nah didalam ADRT BKMT itu tidak ada,”kata Maryono.

Oleh karena itu, lanjut dia, BKMT sudah mengeluarkan surat kalau tidak salah per tanggal 15 Juli bahwa bisa dilakukan zoom kan memang sekarang bayangkan munas parmusi saja sudah pakai zoom.

“Sekarang kan sudah zoom kenapa tidak dilaksanakan, jadi tidak perlu dipaksakan jika tidak memungkinkan dengan kondisi saat ini masih Covid-19,”ucapnya.

Oleh karena itu, kita tentu harus sama memahami dulu,sampai aturan melaksanakan kegiatan nanti sudah diperbolehkan baru dilaksanakan kembali.

“Untuk sementara lebih baik ditunda dulu Muswilnya, masih ada waktu lain lagi. Nggak usah terburu buru dulu untuk memilih pengurus baru, mengingat masih ada wabah pandemi Covid-19,”terangnya.

Maryono menyebutkan, memang pengurus lama sudah berakhir masa jabatannya sudah lama sejak Desember 2020 lalu. Makanya dilaksanakan lah Musyawarah Wilayah (Muswil) BKMT Kepri.

“Jadi sudah ada enam bulan lebih BKMT ini habis masa jabatannya. Sehingga pengurus mengusulkan untuk Muswil BKMT Kepri ini, hanya saja tidak tepat momentnya,”sebutnya.

Masih kata Maryono, sedangkan untuk calon ketua BKMT itu sendiri belum diusulkan hanya dicalonkan, jadi ada dua diperkirakan untuk calon ketua tersebut, yakni buk Dewi Kumalasari dan Marlin Agustina itu yang setau saya.

“Ada dua calon yang diusung dalam Muswil BKMT Kepri kemarin sebenarnya, ada nama buk Dewi Kumalasari istrinya pak Ansar Ahmad Gubernur Kepri dan ada nama buk Marlin Agustina yang tak lain istri pak Muhamad Rudi Walikota Batam,”kata Maryono.

Jadi ia berharap kedepan kepada panitia hanya tiga saja, jangan dilaksanakan pada masa Covid-19, pada masa PPKM supaya hak hak anggota tidak terabaikan hak peserta yang 91 orang itu, lalu kedua kalau mau dilaksanakan juga kan bisa menggunakan zoom yang tidak bisa datang ditawarkan via zoom, terakhir panitia harus netral jangan seolah panitia jadi tim sukses,”pungkasnya.(*)

Pengirim: Taufik Chaniago

Honda Capella