Pelajar Yang Tidak Divaksin Tetap Daring, Proses KBM Tatap Muka Berskala

63
Progam vaksinasi massal bagi para pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) (Foto : Aman)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun terus berupaya untuk mendukung penuh upaya program pemerintah dalam vaksinasi yang diperuntukkan bagi para pelajar.

Dimana pada dasarnya progam vaksinasi massal bagi para pelajar merupakan kebutuhan dalam rangka mewujudkan para pelajar tersebut, apabila sudah divaksin mempunyai imun yang kuat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapala Seksi (Kasi) Peserta Didik, Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Mochamad Triono.

Dirinya mengharapkan, dengan pelaksanaan vaksinasi massal para pelajar, baik siswa maupun siswi Sekolah Dasar (SD).

“Untuk proses pembelajaran akan terlaksana dengan tatap muka,” terang Triono, Senin (12/7/2021).

Karena menurutnya, kebutuhan vaksin tersebut merupakan kebutuhan bagi para pelajar peserta didik, sehingga memungkinkan kedepannya dapat membuat kebijakan bagi siswa yang belum divaksin pada waktu pembelajaran tatap muka, terlebih dahulu dilakukan pembelajaran secara daring terlebih dahulu.

“Artinya tidak mewajibkan, karena tujuan kita tentunya melindungi para siswa yang lainnya juga,” ungkapnya.

Jadi kata Triono, kalau pelajar yang bersangkutan belum divaksin, sangat rentan terpapar COVID-19.

“Kebijakan kedepannya, nantinya seperti apa, belum ditentukan,” pungkasnya.

Untuk jumlah keseluruhan sisawa dan siswi Sekolah Dasar (SD), hingga saat ini kata Triono mencapai 250 orang siswa.

“Untuk pelajar SMP belum dilaksanakan, karena diutamakan untuk pelajar SD terlebih dahulu, karena pelajar SD itu saat ini pada masa transisi, yang jelas 6 masuk kelas 1 SMP, sehingga usia yang 12 tahun memang sangat minim,” tandasnya.

Oleh karena itu, Triono mengungkapkan untuk proses pembelajaran tatap muka, pihaknya akan berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Karimun.

“Dalam penentuannya, apakah nanti dilaksanakan proses pembelajaran tatap muka atau belum,” terang Triono.

Untuk saat ini kata Triono, terdapat beberapa Kecamatan yang sudah dilakukan pembelajaran tatap muka, diantaranya Kecamatan Buru, Kecamatan Alai dan Kecamatan Durai.

“Itupun proses pembelajarannya terbatas, artinya hanya 50 persen bagi siswa yang masuk,” ujar Triono.

Aman

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel