Hasil 4 Hari PPKM di Kepri dan Satgas Pemprov Kepri Dukung Penyekatan Bintan-Tanjungpinang

434
Vicon Satgas Covid Kepri terkait PPKM Bintan dan Tanjungpinang
Vicon Satgas Covid Kepri terkait PPKM Bintan dan Tanjungpinang

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Kepri Dr. Tjetjep Yudiana menyampaikan Pemerintah Provinsi Kepri mendukung pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di perbatasan antara Kota Tanjungpinang dengan Kabupaten Bintan. Hal ini disampaikan dalam Video Conference Pemprov Kepri yang diikuti wartawan dari berbagai media di Kepri, Kamis (15/7/2021).

” Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Kepri 539 Tahun 2021 tentang PPKM pada poin C, bahwa pengetatan di perbatasan Bintan dan Tanjungpinang. Dimana warga dari Bintan yang mau masuk menuju ke Kota Tanjungpinang harus menunjukkan sertifikat Vaksin. Dan, berdasarkan SE Gubernur Kepri itu, maka pemerintah daerah kota dan kabupaten berhak melaksanakan pengetatan di perbatasan, yang disesuai dengan karakteristik kota dan kabupaten dengan tujuan harus memperketat,” papar Dr. Tjetjep Yudiana.

Dijelaskan Tjetjep Yudiana, pemerintah juga mendukung Surat Edaran Pemko Tanjungpinang yang memberlakukan aturan masuk ke Tanjungpinang wajib Rapid Antigen Negatif dan Sertifikat Vaksin.

” Yang boleh masuk dan lalu lintas adalah sektor sektor kerja Ensesial dan kriteria kritikal. Seperti pekerja supermarket, ASN, TNI POLRI dan pekerja Konstruksi, Komunikasi. Lalu pedangan di pasar, dan pasien untuk perawatan berobat. Semua harus ada surat tugas dari instansi tempat bekerja.

Seperti pegawai supermarket dari pimpinan supermarket. Kalau pedangan harus surat dan pihak dinas pasar menunjukan mereka pedagang di pasar. Lalu, Orang yang tidak dapat tunjukan sertifikat vaksin, dan orang tidak dapat menjelaskan maksud dan tujuan ke Tanjungpinang, walau mereka memiliki sertifikat vaksin dan telah negatif Rapid Tes Antigen,” terang Dr. Tjetjep Yudiana.

Sementara itu, Suryadi mewakili Pemko Tanjungpinang menyampaikan kasus positif aktif di Kota Tanjungpinang tembus 1000 orang. Kondisi ini mengkhawatirkan bagi masyarakat masuk ke Kota Tanjungpinang.

” Tujuan penyekatan dan pengetatan syarat masuk ke Kota Tanjungpinang, harapannya masyarakat tidak bepergian ke Tanjungpinang. Di rumah saja kalau tidak ada kepentingan mendesak sesuai aturan pemerintah untuk ke Kota Tanjungpinang,”kata Suryadi.

Selanjutnya, untuk evaluaasi 4 hari pelaksanaan PPKM di Kepri, menunjukan jumlah kasus positif baru mendekat angka 700 ang kasus per hari, dan baru terlihat perkembangannya 14 hari kedepan.

” Dampak dan manfaat PPKM saat di Kepri, kita mengetahui kalau titik titik masuk orang setelah diperiksa dan tes diketahui ada gejala positif baru. Jika selama ini sebelum ada PPKM tidak terpantau. Seperti di pelabuhan dan pekerja atau ABK kapal,” papar Tjejep lagi.

BACA JUGA Klarifikasi Amsakar: Tidak Ada Kaitan Isoman dan Bantuan Sembako

Berikut Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Kepulauan Riau per 15 Juli 2021

Total Konfirmasi se-Provinsi Kepulauan Riau: 33.042 orang (+625)
Kasus Aktif: 5.906 Orang (+18)/(17,35%)
Sembuh: 27.355 Orang (+579)/(80,36%)
Meninggal: 781 Orang (+28)/(2,29%)

Rincian data:
1.625 orang Konfirmasi:
a. 266 orang di Kota Batam;
b. 179 orang di Kota Tanjungpinang;
c. 70 orang di Kabupaten Bintan;
d. 22 orang di Kabupaten Karimun;
e. 9 orang di Kabupaten Kep. Anambas;
f. 26 orang di Kabupaten Lingga; dan
g. 53 orang di Kabupaten Natuna.

2. 579 orang Sembuh:
a. 363 orang di Kota Batam;
b. 103 orang di Kota Tanjungpinang;
c. 46 orang di Kabupaten Bintan;
d. 23 orang di Kabupaten Karimun;
e. 7 orang di Kabupaten Kep. Anambas;
f. 11 orang di Kabupaten Lingga; dan
g. 26 orang di Kabupaten Natuna.

3.28 orang Meninggal Dunia
a. 8 orang di Kota Batam;
b. 9 orang di Kota Tanjungpinang;
c. 4 orang di Kabupaten Bintan;
d. 1 orang di Kabupaten Kep. Anambas;
e. 2 orang di Kabupaten Lingga; dan
f. 4 orang di Kabupaten Natuna.

Data Bed Occupancy Ratio (BOR)
Periode Tanggal 6 s.d. 12 Juli 2021

Ketersediaan Rumah Sakit : 35 Rumah Sakit
Jumlah Rumah Sakit Terpakai : 24 Rumah Sakit
Jumlah Tempat Isolasi/Karantina : 23 Tempat Karantina
Kapasitas Tempat Tidur : 1.625 Tempat Tidur 1.536 TT Isolasi dan 89 TT ICU

BOR Rumah Sakit Se-Provinsi Kepulauan Riau Periode 6 s.d. 12 Juli 2021 : 76,76%
a. Kota Batam : 79,34%
b. Kota Tanjungpinang : 93,97%
c. Kabupaten Bintan : 72,30%
d. Kabupaten Karimun : 48,60%
e. Kabupaten Lingga : 37,85%
f. Kabupaten Natuna : 57,69%
g. Kabupaten Anambas : 15,04%
Hitungan/Rumus BOR = (Jumlah hari perawatan rumah sakit/(Jumlah tempat tidur x jumlah hari dalam satu periode)) x 100%

Peta Risiko Per Tanggal 11 Juli 2021
1. Kota Batam: Merah
2. Kota Tanjungpinang: Merah
3. Kabupaten Bintan: Merah
4. Kabupaten Karimun: Orange
5. Kabupaten Lingga: Orange
6. Kabupaten Natuna: Orange
7. Kabupaten Anambas: Orange

Keterangan :
Merah : Risiko Tinggi
Orange : Risiko Sedang
Kuning : Risiko Rendah
Hijau : Tidak Ada Kasus / Tidak Terdampak

Sumber data:
https://covid19.go.id/peta-risiko

Tingkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan sehari hari baik di lingkungan keluarga, lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Kepulauan Riau
Dr.Ir.Lamidi,M.M.

Redaksi : Dedy Suwadha

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel