Kapolri Minta Agar Percepatan Distribusi Bantuan ke Masyarakat Terdampak PPKM darurat

167
Kapolri dan Panglima TNI (foto net)

WartaKepri.co.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ingin ada percepatan distribusi bantuan bagi masyarakat yang terdampak aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Ia mengakui bahwa banyak masyarakat, terutama yang bekerja di sektor informal terdampak perekonomiannya.

Namun, di sisi lain, kebijakan ini diambil pemerintah untuk menekan laju kasus Covid-19 dan menurunkan angka keterisian rumah sakit.

“Semuanya juga tahu bahwa dalam satu minggu terakhir ini bahwa angka Covid ini begitu tingginya ya sehingga kita lihat BOR rumah sakit juga tinggi sekali. Kemudian pemerintah juga mengeluarkan aturan, tentunya kemudian terjadi pembatasan masyarakat (selain sektor kritikal dan sektor esensial),” kata dia didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Jumat (16/7).

“Memang pasti ada masyarakat yang sehari-hari bekerja kemudian terdampak oleh aturan (PPKM darurat) ini,” ia melanjutkan.

Selama dua hari terakhir ini, ia mengaku intens berkoordinasi dengan Kapolda dan Kapolres mengenai bantuan dari pemerintah kepada masyarakat terdampak PPKM darurat.

“Kita sudah cek beberapa tempat dan hari ini tentunya kita akan perintahkan ke seluruh wilayah untuk menurunkan distribusi sembako, mempercepat sehingga kebutuhan masyarakat yang terdampak bisa terpenuhi,” ucap dia.

BACA JUGA ; Polri Awasi Aktivitas Penjualan Online Obat Antibiotik Pandemi Covid-19, Berikut 10 Jenis Obat Dilansir Healthline

Selain itu, Sigit menyampaikan vaksinasi merupakan salah satu upaya mempercepat terbentuknya herd immunity. Program ini perlu akselerasi di semua daerah. Ia menyinggung Jawa Barat realisasinya masih rendah.

“Saya dengan panglima berupaya untuk mempersiapkan rencana akselerasi vaksinasi di Jabar yang memang angkanya masih rendah. Sehingga vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama dengan TNI dan Polri ini bisa kita percepat sehingga herd immunity segera terbentuk,” ucap dia.

“Paling tidak dengan dua hal itu yang kita lakukan, mengelola PPKM membatasi pergerakan untuk menurunkan angka Covid kemudian di satu sisi mempercepat vaksinasi massal, ini tentunya kita harapkan bisa mengubah situasi dan keadaan,” tegas dia.

Program vaksinasi massal dan PPKM darurat membutuhkan peran aktif dan dukungan dari masyarakat agar bisa berjalan baik. Meskipun, ia meyakini penerapan PPKM darurat sangat berdampak bagi sebagian besar orang.

“Ini perlu dukungan dari seluruh masyarakat dan sekali lagi mohon maaf kepada seluruh masyarakat yang selama ini terganggu oleh proses penanganan PPKM Darurat dan peningkatan, kami mohon maaf. Tapi ini kami lakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat,” imbuh Listyo.

“Mari kita bekerja sama, selama PPKM berjalan, angka Covid bisa kita tanggulangi. Kemudian, terkait dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari, informasi dari kami di satuan terkecil di bhabinkamtibmas, di Polsek kota segera turunkan untuk segera membantu,” pungkasnya.

Diketahui Panglima TNI dan Kapolri melakukan peninjauan PPKM darurat di Bandung sejak Kamis (15/7). Saat itu, mereka memantau pelaksanaan vaksinasi massal di gedung PP Persis cabang Astanaanyar, kemudian dilanjutkan dengan meninjau PPKM darurat di Kiaracondong. Kegiatan Kapolri hari itu berakhir dengan mengecek penyekatan di Gerbang Tol Pasteur.(merdeka)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel