PPKM Darurat Perpanjang akhir Juli 2021, Menko Muhadjir Effendy : Ini Daruratnya sudah Darurat Militer

761
Menko PMK Muhadjir Effendy 2021
Menko PMK Muhadjir Effendy 2021

YOGYAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan memperpanjang penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga akhir Juli 2021.

“Tadi rapat kabinet terbatas yang saya ikuti waktu saya di Sukoharjo (Jateng) sudah diputuskan Bapak Presiden dilanjutkan sampai akhir Juli PPKM darurat ini,” kata Muhadjir ditemui saat mengunjungi Hotel University Club UGM yang dijadikan selter pasien Covid-19 di Yogyakarta, Jumat (16/7/2021).

Menko Muhadjir Effendy menyebut situasi Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19 sudah dalam status darurat militer. Menurut dia meski tidak disampaikan secara terang-terangan status kedaruratan pandemi meningkat tajam.

“Kita ini kan dalam keadaan darurat militer. Jadi kalau darurat itu kan ukurannya tertib sipil, darurat sipil, darurat militer, darurat perang. Nah sekarang ini sebetulnya sudah darurat militer,” kata Muhadjir Effendy ditemui saat mengunjungi Hotel University Club UGM yang dijadikan shelter pasien COVID-19 di Yogyakarta, Jumat (16/7/2021).

Dia menyatakan meski tak kasat mata Covid-19 menjadi musuh besar. “Musuh tidak terlihat ini dalam pertempurannya tidak memakai kaidah-kaidah hukum perang karena semua orang dianggap kombatan oleh Covid-19 ini,” ucap Muhadjir.

Menurut dia, dulu ibu hamil serta anak-anak di Indonesia belum banyak terpapar Covid-19, namun saat ini tidak sedikit dari mereka yang menjadi korban.

“Yang meninggal mulai banyak. Berarti ini perang asimetris menghadapi Covid-19,” ujarnya.

BACA JUGA Penerapan PPKM Menjadi Masalah Besar Bagi Penjual Buah Durian dan Para Petani

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo telah menerjunkan TNI dan Polri untuk ikut menangani Covid-19 karena sudah tidak bisa dihadapi dengan penanganan biasa.

“Ini daruratnya sudah darurat militer, hanya musuhnya memang bukan militer konvensional tapi ‘pasukan’ tidak terlihat,” tutur dia.

Muhadjir menuturkan apa pun istilah yang digunakan dalam menangani Covid-19, baik PPKM darurat atau bahkan PPKM super darurat, selama masyarakat tidak mau kompromi menahan diri melanggar prokes maka penanganan Covid-19 tidak akan berhasil.

“Jika tidak menyadari bahwa prokes adalah menjadi yang utama, penanganan Covid-19 ya tidak berhasil,” tegas Muhadjir Effendy.(*)

Sumber : antara/jpnn/liputan6

Honda Capella

FANINDO