Manfaat dan Harga Obat Impor Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas

426
Manfaat dan Harga Obat Impor Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas
Spesifikasi Remdesivir

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Pemerintah terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan obat terapi COVID-19 yang meningkat seiring dengan peningkatan kasus yang terjadi di Tanah Air. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan saat ini terdapat tiga jenis obat terapi yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri, yaitu Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas.

Lalu, apa saja manfaat dan harga dari tiga jenis obat import tersebut:

1. Manfaat Remdesivir

Remdesivir adalah obat antivirus yang sedang diteliti lantaran dianggap berpotensi mengatasi virus corona atau Covid-19. Dikutip dari laman resmi Gilead Sciences, remdesivir pernah didemonstrasikan sebagai antivirus untuk mengatasi MERS dan SARS yang juga disebabkan oleh virus corona yang secara struktural mirip dengan Covid-19.

Data praklinis yang terbatas pada remdesivir di MERS dan SARS menunjukkan bahwa remdesivir mungkin memiliki aktivitas potensial melawan Covid-19. Selain itu, remdesivir juga pernah digunakan untuk menangani wabah ebola beberapa waktu lalu.

Sementara itu, obat remdesivir di Indonesia berasal dari produksi perusahaan farmasi asal India, Hetero dan didistribusikan oleh PT Kalbe Farma Tbk. Harga obat remdesivir dengan merek dagang Covifor dijual Rp 3 juta per vial atau per dosis.

2. Manfaat Actemra

Terbaru, Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan satu obat untuk pasien Covid-19, yakni Actemra. Actemra adalah merk obat untuk pasien Covid-19 yang berisi Tocilizumab. Actemra menjadi rekomendasi WHO untuk pasien Covid-19.

Bagaimana khasiat Actemra sebagai obat Covid-19. Simak fakta-fakta Actemra yang yang merupakan rekomendasi WHO untuk penyembuhan pasien Covid-19.

Khasiat Actemra untuk Obat antibodi monoklonal. Menurut Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt. mengatakan bahwa Actemra yang merupakan obat rekomendasi WHO untuk pasien Covid-19 adalah obat antibodi monoklonal dan merupakan anti interleukin 6.

Obat rekomendasi WHO untuk pasien Covid-19 ini digunakan untuk mengobati penyakit autoimun yang menyerang persendian, karena Actemra mampu mengurangi radang yang dialami pasien rheumatoid arthritis.

Actemra yang merupakan obat rekomendasi WHO untuk pasien Covid-19 bisa menekan jumlah interleukin 6 (IL-6) yang cukup tinggi pada kasus rheumatoid arthritis. Jika tidak segera diobati, interleukin 6 (IL-6) bisa memicu peradangan di seluruh tubuh.

Bantu Pengobatan Pasien Covid-19

Peningkatan interleukin 6 (IL-6) serupa rheumatoid arthritis ditemukan juga pada pasien positif Covid-19. Kondisi tersebut terdeteksi pada pasien Covid-19 dengan gejala berat dan kritis. Peningkatan interleukin 6 dapat memicu badai sitokin, yaitu respons imun tubuh yang berlebihan akibat infeksi.

Ada banyak penyebab badai sitokin, namun salah satunya adalah peningkatan IL-6. Gejala yang paling sering muncul akibat badai sitokin adalah acute respiratory distress syndrome (ARDS).

Walaupun begitu, obat rekomendasi WHO untuk pasien Covid-19 ini hanya tersedia di rumah sakit dan harus berdasarkan resep dokter untuk pasien Covid-19 dengan gejala berat dan kritis.

Harganya mahal

Actemra merupakan obat rekomendasi WHO untuk pasien Covid-19 dengan harga yang cukup mahal. Menurut Prof Zullies, ada beberapa faktor yang membuat obat ini dibanderol dengan harga tinggi.

Prof Zullies mengatakan, teknologi untuk membuat dan mengembangkan Actemra tidak sama seperti produksi obat pada umumnya. Selain itu, pembuatannya pun sangat sulit sehingga sebagian besar harus diimpor dari negara lain.

Obat rekomendasi WHO untuk pasien Covid-19 ini berupa protein biologi yang harus disimpan pada tempat dengan suhu tertentu. Oleh sebab itu, obat ini tidak perlu diberikan kepada pasien Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan. Selain itu, pasien dengan klasifikasi tersebut tidak mengalami kondisi badai sitokin.

BACA JUGA Resep “Cleansing Juice” Minuman Meningkatkan Imun Tubuh dari HARRIS Hotel Batam Center

3. Manfaat Gammaraas

Gammaraas sempat ramai diperbincangkan karena harganya yang relatif mahal. Jika melihat e-commerce, rata-rata harga gammaraas satu vial berkisar Rp3,5 juta-Rp4,5 juta. Sementara bisa dibutuhkan lebih dari satu vial gammaraas untuk terapi obat pasien Covid-19. Namun obat ini harus menggunakan resep dokter dan tidak boleh digunakan sembarangan.

Obat ini mengandung plasma Imunoglobulin dalam bentuk larutan steril untuk injeksi. Tiap vialnya mengandung Imunoglobulin Human intravena 5 persen. Obat ini bukanlah obat baru, sebelum digunakan sebagai obat terapi Covid-19, obat ini digunakan sebagai obat dengan indikasi Imunodefisiensi primer dan sekunder,ITP (Idiopathic

Thrombocytopenic Purpura), dan Sindrom Kawasaki.

Konsultan penyakit tropik dan infeksi RSCM, dokter Erni Juwita Nelwan mengatakan, gammaraas merupakan terapi obat tambahan untuk pasien Covid-19. Pemberian gammaraas termasuk dalam terapi intravenous immunoglobulin (IVIG) yang ditujukan pada pasien Covid-19 bergejala berat-kritis. Kandungan IVIG ini sudah diizinkan WHO untuk terapi Covid-19 gejala berat-kritis. Penelitian mengenai penggunaan obat ini masih terus dilangsungkan.

Umumnya, terapi IVIG diberikan untuk mengobati kekurangan antibodi, mencegah respon penolakan tubuh terhadap transplantasi organ, dan mengobati penyakit autoimun. Pada kasus Covid-19, terapi obat tambahan dengan IVIG bertujuan untuk menambah antibodi atau kekebalan tubuh secara langsung pada tubuh pasien Covid-19.(*)

Sumber : Kontan, CNN Indonesia, Setkab

Indonesia dan Dunia Berburu Obat Terapi Jenis Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel