Pemerintah Arab Saudi Umumkan Membuka Layanan Umroh untuk Sekitar 20 Ribu Jemaah

Biaya Haji dan Ibadah Haji dan Umroh di Arab Saudi
Ibadah Haji dan Umroh di Arab Saudi (foto net)

JEDDAH – Pemerintah Arab Saudi akan menerima lebih dari 20 ribu jamaah dari dalam dan luar negeri untuk pelaksanaan ibadah dan layanan umroh. Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi.

Namun demikian menurut juru bicara Kementerian Haji dan Umroh, Hisham bin Saeed mengatakan jamaah luar negeri yang dapat melaksanakan umroh bukan berasal dari negara-negara yang masuk dalam daftar negara yang dilarang melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Larangan sebagaimana instruksi dari Kementerian Kesehatan dan Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA).

Seperti dilansir Saudi Gazette pada Ahad (1/8/2021) saat ini negara-negara yang menghadapi larangan perjalanan adalah India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Vietnam, Afghanistan, dan Lebanon.

KPU KEPRI

Larangan itu didorong oleh lonjakan kasus virus corona dan variannya yang berkelanjutan di negara-negara tersebut.

BACA JUGA Pemerintah Arab Saudi Kembali Buka Penerbangan Umroh dari Indonesia per 1 November 2020

Sementara itu sekitar 500 perusahaan dan lembaga layanan umroh dan lebih dari 6.000 agen umroh asing disiapkan untuk menerima jamaah umroh asing yang divaksinasi.

Para calon peziarah itu dapat memesan paket umroh dan melakukan semua pembayaran melalui sekitar 30 situs dan platform elektronik yang tersedia untuk reservasi global, menurut Hani Ali Al-Amiri, anggota Komite Nasional Haji dan Umroh.

Hanya mereka yang telah divaksinasi penuh terhadap virus corona yang dapat mengajukan visa umroh. Jamaah umroh juga harus dalam kondisi kesehatan yang prima dan harus mematuhi protokol kesehatan yang bertujuan untuk memastikan keselamatan jamaah yang datang dari luar negeri.(*)

Sumber : Saudi Gazette/ihram

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP EXPO