Mengenal Pil Molnupiravir, Disebut Obat Penyembuh Covid-19 dari Amerika

76
harga obat molnupiravir 2021
Mengenal Pil Molnupiravir, Disebut Obat Penyembuh Covid-19 dari Amerika

WARTAKEPRI.co.id – Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat membuat obat Covid-19 dalam bentuk pil yang diberi nama Molnupiravir. Saat ini, pil Molnupiravir yang dibuat perusahaan farmasi asal Amerika Serikat itu, sedang dalam proses pengajuan izin kepada Food and Drug Administration (FDA) selaku Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat, sebagai obat Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Bakti Adisasmito mengatakan untuk bisa digunakan di Indonesia, obat Molnupiravir harus lolos uji keamanan konsumsi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

“Sebelum dapat digunakan di Indonesia tentu saja obat Molnupiravir harus terlebih dahulu menjalani tahapan yang dipersyaratkan oleh BPOM. Mulai dari tahapan penemuan dan pengembangan hingga pengawasan keamanan konsumsi obat di masyarakat,” kata Wiku dalam konferensi pers virtual Perkembangan Penanganan COVID-19 di Indonesia, Kamis (7/10/2021).

Menurut Wiku pil Molnupiravir merupakan salah satu antivirus, yang awalnya dikembangkan untuk penyakit influenza. Namun kemudian dianggap efektif dalam penanganan Covid-19.

“Obat ini bekerja dengan memicu kesalahan pada proses perbanyakan virus dalam tubuh,” ujarnya.

Di samping itu, Wiku mengatakan Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan aksesibilitas vaksin dan obat kepada seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah Indonesia juga membuka peluang bagi peneliti untuk berinovasi menemukan vaksin dan obat Covid-19 yang aman dan efektif. Inovasi yang dilakukan wajib mematuhi standardisasi nasional dan internasional serta mematuhi seluruh tahapan pengembangan vaksin dan obat yang baku.

Hal itu semata-mata agar keamanan dan efektivitasnya terjamin. “Usaha pencegahan melalui 3M dan vaksin serta penanganan Covid-19 dengan obat dan terapi sama pentingnya serta saling melengkapi,” kata Wiku.

Karenanya kata dia, upaya pencegahan dengan penerapan prokes ketat tetap diharapkan dilakukan masyarakat dengan kesadaran penuh.(bum).

BACA JUGA Ratusan Paket Obat-Obatan Covid-19 Dari Presiden Jokowi Sampai di Padang

8 Fakta Molnupiravir

Molnupiravir yang dikembangkan oleh Ridgeback Biotherapeutics LP dan Merck & Co disebut jadi obat Covid-19. Obat ini belakangan jadi harapan baru untuk menyembuhkan Covid-19. Berikut beberapa fakta soal obat ini:

1. Obat pencegahan Sars-Cov

Mengutip Forbes, molnupiravir pertama kali dikembangkan sebagai obat pencegahan dan pengobatan untuk SARS-CoV dan MERS pada awal 2000-an. Obat ini sebelumnya telah terbukti bekerja melawan banyak virus yang menggunakan RNA polimerase yang bergantung pada RNA, yang juga dimiliki oleh SARS-CoV-2.

2. Cara kerja obat covid-19 molnupiravir

Molnupiravir adalah pengubah bentuk, yang disebut tautomer. Ini mengasumsikan dua bentuk, satu yang sangat mirip dengan urasil dan sitosin lainnya.Menyalin RNA yang mengandung Molnupiravir menghasilkan cacat fatal dalam urutan, berhenti replikasi, memperpendek infeksi, dan membatasi penularan.

Molnupiravir dalam dosis penuhnya mendorong pengurangan dalam beberapa hari menjadi negatif untuk virus dalam usapan nasofaring yang diambil dari peserta dengan infeksi SARS-CoV-2 yang bergejala. Lima hari setelah pemberian dosis, 0% dari mereka yang menerima dosis positif virus (0/47) dibandingkan dengan 24 persen dari kelompok plasebo (6/25).

4. Untuk obat penyakit lain

Selain pengurangan penularan Covid-19, Molnupiravir kemungkinan akan berguna melawan influenza, ebola, dan sejumlah besar virus lainnya juga. Molnupiravir harus diberikan bersamaan dengan terapi lain untuk menghindari virus yang mengembangkan resistensi dengan cepat, yang dilengkapi dengan baik untuk semua virus ini.

5. Belum lolos uji klinis fase 3

Mercks mengatakan baru saja menyelesaikan uji klinis fase 2 molnupiravir kepada 202 orang dewasa yang terinfeksi virus corona tanpa gejala. Berdasarkan hasil studi fase dua tersebut, sebanyak 182 partisipan yang melakukan tes swab PCR setelah mengonsumsi obat tersebut menunjukkan penurunan jumlah virus dalam tubuh.

6. Efek samping Molnupiravir

Secara umum efek samping obat covid-19 molnupiravir adalah nyaris seimbang antara yang dapat Molnupiravir dan plasebo, yaitu 35 persen dan 40 persen. Menurut Tjandra, Molnupiravir diteliti pada pasien yang mempunyai setidaknya satu faktor risiko penyakit, atau yang biasa dikenal dengan komorbid.

“Yang paling sering adalah obesitas, diabetes melitus, penyakit jantung dan juga usia tua (>60 tahun),” kata Profesor Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/Guru Besar FKUI.

7. Kemenkes RI tunggu hasil uji

Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, segala jenis obat-obatan yang didatangkan ke Indonesia harus melalui lampu hijau yang diberikan regulator Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terlebih dahulu.

“Yang pasti kita tunggu selesai terlebih dahulu untuk uji klinis Molnupiravir,” kata Nadia melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/10).

8. Biaya produksi obat covid-19 molnupiravir

Biaya produksi obat covid-19 molnupiravir adalah U$17.74 (Rp25 juta), menurut laporan yang dikeluarkan minggu lalu oleh pakar harga obat di Harvard School of Public Health dan King’s College Hospital di London, dikutip dari The Intercept.(*)

Sumber : Tribunnews/CnnIndonesia/The Intercept

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel