Muhammad Apriyandi Pasrah di PAW Partai Gerindra, Kasus Berawal Sumbangan ke Partai

390
Muhammad Apriyandi DPRD Tanjungpinang
Muhammad Apriyandi DPRD Tanjungpinang. Foto RRI

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Walau sudah berjuang untuk mempertahankan posisinya sebagai Anggota DPRD Tanjungpinang, akhirnya Muhammad Apriyandi, pasrah diberhentikan sebagai anggota DPRD setempat melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

Dikutip dari Antaranews, putra dari Syahrul (almarhum), mantan Wali Kota Tanjungpinang legowo terhadap keputusan Partai Gerindra, meski awalnya berniat melawan keputusan itu secara hukum.

“Saya menerima keputusan partai. Saya sudah pikir panjang setelah berdiskusi dengan berbagai pihak,” ujar Apriyandi.

Honda Capella

Pergantian antarwaktu (PAW) terhadap dirinya mulai dieksekusi setelah Gubernur Ansar Ahmad menerbitkan Surat Keputusan Nomor 1495 tahun 2021 tertanggal 31 Desember 2021. Surat keputusan itu beredar ke sejumlah pihak sejak sehari yang lalu.

Apriyandi, yang pernah menjabat sebagai anggota Fraksi Gerindra Tanjungpinang, mengatakan upaya untuk membela diri sebenarnya sudah dilakukan beberapa pekan lalu, termasuk menjelaskan tuduhan yang disampaikan pimpinan Gerindra Tanjungpinang kepada DPP Gerindra. Padahal sampai sekarang tuduhan tersebut, belum dapat dibuktikan.

BACA JUGA Meneropong Pileg 2019 DPRD Tanjungpinang Gerindra dan Golkar Berpeluang Geser Kursi PDIP

“Kalau sudah saya jelaskan, kemudian tetap mengeluarkan SK Pergantian Antarwaktu, berarti ‘kan tidak mau lagi menerima saya. Jadi buat apa saya berjuang agar berada di dalam partai itu lagi,” ucapnya.

Apriyandi belum memutuskan apakah masih melanjutkan sebagai politisi atau tidak. “Untuk sementara saya kembali jadi pengusaha,” ujarnya.

Berdasarkan data, DPP Gerindra memutuskan memberhentikan Apriyandi sebagai kader partai sekaligus anggota DPRD Tanjungpinang lantaran tidak membayar sumbangan kepada partai. Namun Apriyandi beberapa waktu lalu sudah membantahnya karena sumbangan partai itu tidak mesti dibayar setiap bulan.

Ia yakin masalah utama pemecatan dirinya bukan soal sumbangan untuk partai, melainkan hal lainnya.

“Saya baru beberapa bulan tidak membayar, sebelumnya lancar, tidak ada masalah. Saya menunda pembayaran sumbangan ini lantaran isu pemecatan itu sudah sering terdengar sehingga cukup mengganggu,” ucapnya. (antara)

FANINDO