Danrem 033/WP Dampingi Mendagri dan Wamenhan Tinjau Pulau Karang Singa

441
Rombongan Mendagri dan Wamenhan saat tiba di Batam. (Foto: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Komandan Korem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu mendampingi Mendagri Tito Karnavian dan Wamenhan M. Herindra meninjau Pulau Karang Singa, Kamis (13/1/2022) kemarin.

Sebelumnya, rombongan Mendagri dan Wamenhan mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam. Kedatangan mereka disambut langsung Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Walikota Batam Muhammad Rudi.

Sebagai informasi, Pulau Karang Singa berada di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan. Pulau ini berbatasan langsung dengan dua negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura. Karena berdekatan itu, pulau ini sempat diklaim oleh Malaysia sebagai bagian dari wilayah teritorialnya.

Honda Capella

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri Tito ingin memastikan jika Pulau Karang Singa adalah bagian yang sah dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Maka dari itu, kunjungan yang dilakukan oleh Mendagri Tito ini diharapkan bisa menegaskan bahwa Pulau Karang Singa merupakan milik Republik Indonesia.

Komandan Korem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu dan juga Dansatgas Pengamanan Pulau Terluar (Pam Puter) juga turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja Mendagri dan Wamenhan di Kepri.

Selain melihat langsung keberadaan Pulau Karang Singa, kegiatan lain Mendagri adalah melaunching vaksinasi booster untuk seluruh Kepri yang dipusatkan di Maha Vihara Duta Maitreya Monastery, Batam.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan pelaksanaan vaksinasi ini ditargetkan untuk 15.000 masyarakat.

Hingga saat ini, vaksinasi dewasa, anak hingga lansia dikatakan Gubernur sudah mencapai 90 persen. Ansar pun optimis di tahun ini tercapai 100 persen.

“Semoga di tahun 2022 menjadi hari kebangkitan ekonomi di Indonesia dan salah satunya di Provinsi Kepri sehingga menjadi percontohan provinsi lainnya,” ucap Ansar.

Sementara itu, Mendagri Tito mengatakan saat ini angka kasus Covid-19 di rumah sakit sangat jauh menurun, dan ini merupakan keberhasilan berkat kerjasama seluruh Forkopimda baik itu di daerah maupun di tingkatan paling bawah.

Tito melanjutkan, saat ini booster diperlukan untuk menaikkan kekebalan tubuh, sekaligus mengantisipasi varian Covid-19 terbaru yaitu Omicron.

“Saat ini Indonesia termasuk low level dalam kasus Covid-19, dan ini merupakan prestasi kita yang patut diapresiasi. Namun, menjaga prokes juga sangat penting dalam melakukan pencegahan penularan Covid-19,” kata Tito.

Tito juga menyampaikan bahwa saat ini kasus Omicron di Tanah Air telah terdeteksi. “Oleh karena itu, saya minta kerjasama dan kekompakan tetap dijaga sehingga nantinya situasi seperti ini tetap terjaga,” imbuhnya. (rama)

FANINDO