WARTAKEPRI.co.id – Heboh pengangkapan diduga pengawal pribadi Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Senin (31/1/2022) malam terkait kasus dugaan narkotika. Penelusuran WartaKepri, jumlah terduga yang diamankan belum pasti, ada yang menyebut tiga ada yang menyebut empat.
” Ada satu nama dikenal, MG pak. Dia anak Sungai Kecil. Untuk Barang bukti terdengar 10 kilo, tapi belum pasti juga,” terang wartawan WartaKepri Biro Bintan.
Sebelumnya, dikutip dari Kepripedia.com beredar kabar beberapa orang Pengawal pribadi (Walpri) Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad ditangkap oleh polisi beberapa waktu yang lalu, hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Kepri.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhartd kasus tersebut merupakan hasil limpahan dari Polres Tanjungpinang, karena penangkapan tersebut terjadi di wilayah hukum Polres Tanjungpinang.
“Iya benar, limpahan dari Polres Tanjungpinang dan proses penyelidikan dilakukan Polda Kepri,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Senin (31/1/2022) malam.
Mengenai penanganan kasus tersebut saat ini, sedang dilakukan pengembangan penyelidikan tentang penyalah gunaan Narkoba.
“Lagi dalam pengembangan,” kata dia.
Dari beberapa sumber media menyebutkan ada beberapa orang nama, yang selama ini menjadi pengawal pribadi dari Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad.
Namun polisi masih enggan menyebutkan inisial dari nama-nama tersebut.
Informasi diperoleh tiga orang diamankan pihak kepolisian di lokasi terpisah di Kepri pada beberapa waktu lalu. Polisi menyita barang bukti narkotika jenis ganja seberat 10,5 kg.
Reaksi Gubernur Kepri Ansar Ahmad
Terpisah, atas kasus ini Gubernur Kepri Ansar Ahmad terkejut bukan main. Tepatnya setelah tahu ada pengawal pribadinya harus berurusan dengan polisi karena kasus narkoba. Polda Kepri yang mengungkap kasus ini menemukan barang bukti ganja seberat 10,5 Kilogram. Tersangka ditangkap Jumat (28/1/2022).
Dari informasi yang dihimpun TribunBatam.id, ada tiga orang yang ditangkap dalam kejadian itu.
Dua orang di antaranya ajudan pribadi Gubernur Kepri dan satu orang petugas keamanan (sekuriti) kawasan wisata Lagoi, Kabupaten Bintan. Satu orang pengawal pribadi diketahui merupakan anggota SatBrimob Polda Kepri.
Mereka ditangkap pada dua lokasi berbeda. Yakni di Pulau Dompak, Tanjungpinang dan kawasan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan.
Reaksi Gubernur Kepri Ansar Ahmad terkait penangkapan pengawal pribadinya yang berurusan dengan polisi disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatik (Diskominfo) Kepri, Hasan. Ia membenarkan jika ada pengawal pribadi orang nomor satu di Kepri itu yang ditangkap karena terlibat kasus narkoba.
Sementara itu, Hasan Kepala Diskominfo Kepri saat dikonfirmasi Tribunbatam.id mengatakan Gubernur Kepri Ansar Ahmad terkejut mendengar informasi tersebut.
“Pak Gubernur terkejut. Kata Beliau, aduh tolong cari tahu. Beliau tidak tahu menahu dengan kasus ini,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (31/1/2022) malam.
Kepastian kabar ini Hasan peroleh setelah mengonfirmasi ke Kabid Humas Polda Kepri.
Hasan menambahkan, terduga pelaku juga belum lama bertugas sebagai pengawal pribadi. Ia menegaskan, jika hanya satu pengawal pribadi yang ditangkap polisi terkait kasus itu.
Bukan tiga orang pengawal pribadi seperti informasi yang banyak beredar.
“Saya sudah konfirmasi ke Kabid Humas Polda Kepri. Beliau tidak pernah bilang tiga pengawal pribadi Gubernur melainkan hanya satu orang. Ini kan oknum,” sebutnya.
Sementara Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt membenarkan penangkapan pengawal pribadi Gubernur Kepri itu. (*)
Sumber : Agus Ginting/KepriPedia/TribunBatam
Editor : Dedy Suwadha




























