Ini Kata BMKG Soal Fenomena Hujan Es di Dapur 12 dan Tembesi Batam

682
Fenomena Hujan Es di Batam
Fenomena Hujan Es di Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Anomali cuaca yang terjadi beberapa hari lalu di Kota Batam membuat cuaca tak menentu. Selasa (29/3/2022) sore, warga di wilayah Dapur 12 dan Tembesi dikagetkan dengan turunnya hujan es. Fenomena alam ini sempat viral diberbagai platform media sosial.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Addi Setiadi S.IP melalui Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam Suratman mengatakan, Fenomena hujan es terjadi adanya kumpulan awan besar berwana abu-abu atau berwarna hitam yang berpotensi hujan lebat di pulau Batam bagian selatan dan barat daya.

“Fenomena hujan es terjadi disebabkan adanya awan Cumulonimbus (CB) yang sangat besar dan padat berwarna gelap, hujan es merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi,” ujar Suratman.

Kejadian hujan lebat atau hujan es disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, lebih banyak terjadi pada masa pancaroba musim, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

“Masa transisi ini indikasi terjadinya hujan lebat/es disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat,” jelas Suratman.

Berdasarkan pantauan citra radar cuaca stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam Selasa (29/3), potensi awan hujan yang tinggi di banding wilayah lain terjadi di wilayah Batam.

BACA JUGA Badai Dahsyat dan Hujan es Melanda China Tiimur, 98 orang tewas

“Dari pantauan radar cuaca adanya awan tebal dan dingin yang berwarna orange menunjukkan potensi awan hujan yang tinggi atau temperatur awan yang lebih dingin,” ucap Suratman.

Pihak Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam juga berpesan ke masyarakat terkait fenomena hujan es di Batam, untuk tidak panik dan khawatir, hal ini terjadi karena fenomena cuaca alamiah.

Sebelumnya, fenomena alam yang langka ini beredar luas di berbagai laman media sosial. Tak sedikit warga Batam mengabadikan turunnya hujan es di wilayah Batam.

“Iya hujan yang turun begitu deras dan bercampur dengan butiran-butiran es sebesar kelereng, kaget juga hujan suaranya berisik dari atap,” ujar Nila seorang warga dapur 12. (Yusuf Riadi)

Honda Capella

FANINDO