Kunker Ke Kabupaten Lingga, Kajati Kepri Resmikan Balai Restorative Justice

337
Kajati Kepri Gerry Yasid Resmikan Balai Restorative Justice di Kab Lingga. istimewa

WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Pemerintah Kabupaten Lingga, menerima kunjungan kerja Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Kepri Gerry Yasid SH MH di Kecamatan Singkep, Selasa (21/06/2022). Kajati sekaligus memberi sosialisasi dan meresmikan Balai Restorative Justice (RJ) atau Balai Perdamaian Adiyaksa Payong Sekate.

“Kenapa saya harus datang ke Lingga, karena jarang didatangi pejabat-pejabat sebelumnya. Dan saya juga tahu persis sejarah, disinilah peradaban melayu itu,” ujar Gerry Yasid.

Gerry menjelaskan, berdirinya Balai RJ karena beberapa faktor keprihatinan. Meski Kejaksaan merupakan lembaga yang diberikan wewenang penegakan hukum dalam undang-undang, namun dalam prosesnya sangat diperlukan penyesuaian.

Dengan Balai RJ, tentunya dapat dimaksimalkan dengan penyelesaian kasus atau perkara-perkara ringan. Misalnya kasus pencurian, karena keterpaksaan, KDRT atau kriminal lainnya yang tingkat kerugiannya masih terbilang rendah.

“Kejaksaan, selain memang harus menghukum orang, menghukum orang melalui asas legalitasnya juga punya kewenangan lainnya. Sebagai pemilik perkara yang mengedepankan kepentingan nasional, kepentingan masyarakat dan kepentingan orang kecil sehingga dibuat kemudahan, melalui RPJM penegakan hukum terhadap perkara kecil harus diselesaikan melalui pendekatan RJ,” terang dia.

Keberadaan Balai RJ, turut memberi peran bagi pemerintahan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, atau lembaga adat sebagai pihak peradilan, karena merupakan role model dalam kehidupan bermasyarakat.
Sepanjang dampak kejahatan tidak memiliki ketercelaan yang tinggi, dampak yang buruk, dan dapat menimbulkan kenyamanan bersama, perkara dapat diselesaikan tanpa persidangan, diputuskan dengan kesepakatan damai.

“Penyelesaian konflik di daerah diharapkan ke depannya lebih banyak peran tokoh agama dan tokoh adat untuk menyelesaikan masalah. Kalau memang masalah itu kita rasakan tingkat ketercelaannya terlalu tinggi untuk kedamaiannya, ketenangan, baik itu konflik rumah tangga, perbatasan maupun ketersinggungan, selesaikanlah secara adat,” papar dia.

Apabila Balai RJ dapat diimplementasikan untuk kepentingan-kepentingan damai, maka target kedepannya akan meminimalisir penuhnya lembaga pemasyarakatan dengan orang-orang yang terlibat kasus-kasus kecil. Tentunya dengan melibatkan lembaga hukum sebagai fasilitator, seperti kejaksaan ataupun kepolisian.

“Alangkah repotnya negara, jika hal-hal kecil harus ditangani. Oleh karena itu pentingnya Balai RJ, untuk penyelesaian perkara secara baik-baik,” jelas dia.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar menyambut baik dan bangga atas diresmikan Balai Perdamaian Adiyaksa Payong Sekate, di Kabupaten Lingga. Keberadaan Balai RJ, baru terdapat 3 balai di Kepri, salah satunya di Kabupaten Lingga.

Kehadiran Kajati Kepri, Gerry Yazid ini merupakan yang pertama di Kabupaten Lingga, serta kunjungan kerja perdana di Kabupaten/Kota di Kepri selama menjabat, lebih kurang 3 bulan.

“Dan jujur kami, pemerintah daerah dan teman-teman Forkompinda merasa bangga, karena Pak Kajati merupakan putra kelahiran Kepri yang baru menjabat 3 bulan sebagai Kajati,” kata Nizar yang hadir langsung bersama dengan Ketua DPRD Lingga, Kapolres, Danlanal, saat menerima Kunjungan Kerja Kajati Kepulauan Riau.

Menurut Nizar, kehadiran balai RJ akan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang dalam penyelesaian perkara.

“Mudah-mudahan banyak azas manfaatnya, dari kedatangan bapak Kajati di Kabupaten Lingga. Karena Restorasi Justice ini, merupakan bagaimana kita untuk menyelesaikan masalah tidak melalui jalur hukum atau peradilan tetapi di upayakan dengan memaksimalkan adat istiadat setempat yang ada untuk menyelesaikannya,” kata Nizar.

Restorative Justice merupakan sebuah pendekatan yang ingin mengurangi kejahatan dengan menggelar pertemuan antara korban dan terdakwa yang melibatkan perwakilan masyarakat, tokoh dan sebagainya, dengan musyawarah dan mufakat untuk mecapai jalan damai. (*)

Laporan: Ravi Azhar
Editor: Yusuf Riadi

Honda Capella

FANINDO