Home Karimun BMKG Peringatkan Cuaca Panas, Ilham: Fenomena La Nina Rendah dan MJO

BMKG Peringatkan Cuaca Panas, Ilham: Fenomena La Nina Rendah dan MJO

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Abdullah (RHA) Tanjungbalai Karimun, Ilham Syarief Putra menyebut, cuaca panas saat ini disebabkan oleh adanya fenomena La Nina skala rendah dan juga pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO).(Foto : Ist)

WhasApp

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Abdullah Tanjungbalai Karimun menyebut, fenomena La Nina masih saja terjadi pada pertengahan tahun 2022 ini.

“Ada beberapa hal penyebab suhu panas, salah satunya adalah pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO),” terang Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Abdullah (RHA) Tanjungbalai Karimun, Ilham Syarief Putra, Kamis (21/7/2022).

Tidak hanya itu saja, kata Ilham juga dipengaruhi oleh fenomena La Nina skala rendah.

Ia menambahkan, dampak panas merupakan aktivitas intra seasonal terjadi di wilayah tropis yang dapat dikenali berupa adanya pergerakan aktivitas konveksi yang bergerak ke arah timur dari samudera Hindia menuju samudera Pasifik.

“Yang biasanya muncul setiap 30 sampai 40 hari,” paparnya.

Tidak hanya itu saja, kata Ilham kalau normalnya bisa berlangsung hingga awal bulan September. Dan selanjutnya hingga bulan Desember baru memasuki periode puncak hujan untuk wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

“Dengan kondisi suhu dari BMKG sempat tercatat mencapai 32,9 derajat celcius, untuk saat ini sudah turun diangka 32,0 derajat celcius,” pungkasnya.

Dengan adanya suhu panas yang terjadi di wilayah Kepri, khususnya Kabupaten Karimun dirinya mengimbau agar selalu waspada, terkait potensi kebakaran hutan.

“Dengan kondisi panas terik dan kelembaban rendah ini dapat menyebabkan kondisi lingkungan, baik pepohonan, sampah, maupun dedaunan menjadi mudah terbakar,” sebut Ilham.

Oleh karena itu, dihimbau agar senantiasa menjaga lingkungan dari potensi kebakaran seperti membakar sampah tanpa diawasi (ditunggu), membuka lahan dengan cara dibakar dan lain sebagainya.

“Terlebih secara geografis letak Kepri, khususnya Tanjungbalai Karimun dikelilingi 94 persen lautan, sehingga penguapan tinggi dan suhu juga tinggi.
Himbauan kami agar menjaga kondisi tubuh, cukup cairan guna menghindari dehidrasi, dan juga selalu menjaga lingkungan dari potensi kebakaran hutan dan lahan,” tandasnya.(Aman)

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026