Ribuan Pil Ekstasi Digodok, Tony: Efek Jera Biar Kapok, Komitmen Polres Karimun Berantas Narkotika

142
Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu, dihadapan Stakeholder terkait.(Foto : Ist)

FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano memimpin langsung pelaksanaan kegiatan pemusnahan barang bukti berupa narkotika jenis pil ekstasi dan ganja.

Pemusnahan barang bukti penghancur generasi muda penerus bangsa tersebut di pusatkan pada ruang Rupatama Mapolres, turut serta dihadiri oleh instansi dan Stakeholder terkait lainnya.

Sedangkan barang bukti ganja dimusnahkan dengan cara dibakar.

Sebanyak 4390 pil ekstasi berwarna kuning dengan logo patung Sphinx dimusnahkan dengan cara digilas (blender).

Pemusnahan barang bukti kasus narkotika sendiri berdasarkan Surat Kejaksaan Negeri Karimun nomor : SK – / L.10.12/ Enz.1/07/2022 tanggal 21 Juli 2022 tentang ketetapan status barang sitaan narkotika yang akan dimusnahkan.

Sebelumnya pada poses penyidikan kasus narkoba, barang buktinya dilakukan pemusnahan tersebut berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP- A / 96 / VII / 2022/ SPKT Satresnarkoba Polres karimun, tanggal 11 Juli 2022.

Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano menyebut, tersangka berhasil diamankan masing-masing berinisial HI dan NN. Para tersangka diringkus pada salah satu hotel yang berada di bilangan Jalan Setia Budi Kelurahan Tanjung Balai.

“Keduanya berhasil diamankan tanpa perlawanan, dengan barang bukti berupa sabu dan ganja,” ucap Kapolres.

Selanjutnya pemusnahan barang bukti kata Kapolres dilakukan dengan cara dihancurkan dengan menggunakan Blender, selanjutnya barang bukti tersebut dibuang kedalam septic tank.

Dari pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Riau untuk barang bukti di persidangan dengan hasil positif narkotika mengandung Methylene Dioxy Methamphetomine (MDPV).

“Sebungkus plastik bening berisikan 900 butir narkotika jenis pil ekstasi berwarna kuning berbentuk patung Sphinx dengan berat bersih 409 gram,” paparnya.

Kemudian masih kata Kapolres, disisihkan sebanyak 38 butir dengan berat bersih 20,22 gram untuk dibawa ke laboratorium Forensik Polda Riau dan sisanya menjadi 862 butir untuk dimusnahkan.

“Polres Karimun Polda Kepri sendiri berkomitmen untuk membasmi sekaligus memberantas segala macam bentuk narkotika,” tegas Kapolres.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) dan ayat (2), Subsider 112 ayat (1) dan pasal 111 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara atau hukuman seumur hidup atau hukuman mati atau pidana denda Rp 1 miliar.(Aman)

Honda Capella